JPO yang menghubungkan Kelurahan Kampung Rawa dan Kelurahan Tanah Tinggi. Medcom.id/Christian
JPO yang menghubungkan Kelurahan Kampung Rawa dan Kelurahan Tanah Tinggi. Medcom.id/Christian

Pembongkaran JPO yang Kerap Jadi Akses Tawuran di Johar Baru Terkendala

Nasional tawuran polri DKI Jakarta Pemprov DKI
Christian • 15 April 2021 01:07
Jakarta: Camat Johar Baru, Nurhelmi Savitri, mengaku pihaknya sudah mengusulkan pembongkaran jembatan penyebrangan orang (JPO) yang menghubungkan Kelurahan Kampung Rawa dan Kelurahan Tanah Tinggi. Usulan hingga ke tingkat Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat.
 
"Sudah bersurat tapi sampai sekarang pembongkaran jembatan belum dilakukan. Pembongkaran jembatan itu harus dilakukan dengan penghapusan aset terlebih dahulu," ucap Nurhelmi ditemui di kantor Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu, 14 April 2021.
 
Nurhelmi mengaku warga sudah sepakat JPO di atas Kali Sentiong itu dibongkar. Pasalnya, JPO kerap dijadikan akses remaja untuk tawuran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pernah ditutup dengan dibuat pagar tapi dibongkar. Pembuatan pagar itu dilakukan sebelum zaman saya jadi camat," ujar dia.
 
Nurhelmi menyebut warga terus bertanya mengenai rencana pembongkaran JPU. Pasalnya, warga geram dan ketakutan terhadap tawuran yang kerap terjadi.
 
"Pada intinya warga sudah sepakat JPO itu harus dibongkar," terangnya.
 
(Baca: Banyak CCTV di Zona Rawan Tawuran Johar Baru Rusak)
 
Nurhelmi mengungkapkan sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi tawuran di Kecamatan Johar Baru. Yakni Jalan Kramat Jaya Baru RW 01, RW 10 Tanah Tinggi, sepanjang bantaran Kali Sentiong, dan yang paling terkenal Kota Paris.
 
"Kelurahan Tanah Tinggi dan Kampung Rawa yang kerap terjadi tawuran," ucap dia.
 
Sementara itu, Kepala Seksi Jembatan dan Jalan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat Yudha Catur Suhartanto mengaku pembongkaran tak mudah. "Pembongkaran JPO itu tidak mudah. Karena harus dilakukan penghapusan aset dulu baru dapat dibongkar," ucap Yudha saat dihubungi.
 
Yudha menjelaskan pihak Sudin Bina Marga Jakarta Pusat sudah bersurat ke Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta. Surat permohonan penghapusan aset itu sudah dikirim ke Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Pusat, Rakim Sastranegara.
 
"Iya, sejak Maret 2021 sudah dikirim suratnya tapi belum ada jawaban ke depannya," tutur dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif