Rangkaian kereta MRT Jakarta. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.
Rangkaian kereta MRT Jakarta. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.

Anies Tak Mau Penentuan Tarif MRT Politis

Nasional mrt
Nur Azizah • 26 Maret 2019 11:25
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mengebut pembahasan tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Tarif harus sudah diumumkan sebelum MRT beroperasi secara komersial pada 1 April 2019.
 
DPRD DKI Jakarta sudah mengetok tarif sebesar Rp8.500 per 10 kilometer. Namun, Anies menganggapnya belum final. Ia yakin penentuan tarif bisa segera ditetapkan sebelum awal April.
 
"Insyaallah enggak (sampai April). Kita masih ada waktu. Toh, ini masih belum beroperasi secara komersial," kata Anies di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa, 26 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anies mengaku bakal bicara dengan pimpinan DPRD segera mungkin. Ia pun sempat mengaitkan harga MRT dengan kepentingan Pemilu 2019.
 
"Harga yang ditentukan hari ini akan menentukan harga puluhan tahun ke depan. Karena itu jangan menentukan harga mikir 17 April (pemilu), jangan. Jangan menentukan harga mikir kepuasan hari ini," tegas Anies.
 
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menekankan tarif MRT Jakarta harus berdasarkan jarah tempuh. Tarif MRT tidak bisa dipukul rata.
 
"Jangan sampai masyarakat keliru, mengira angka yang disebut adalah tarif MRT. Karena itu, saya menghindari istilah satu harga karena memang harganya beda, tergantung dari mana ke stasiun mana," pungkas dia.
 
Kemarin, DPRD menetapkan tarif MRT Jakarta sebesar Rp8.500. Sementara itu, tarif Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek sebesar Rp5.000.
 
Penetapan ini lebih murah ketimbang usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sebesar Rp10 ribu per 10 kilometer. Untuk LRT, tarif dipatok sebesar Rp6.000.
 
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta M Abas menjelaskan tarif keekonomian untuk MRT Jakarta sebenarnya Rp31.659 per penumpang. Untuk LRT, tarif keekonomiannya Rp41.655.
 
Baca: Anies Belum Sreg Tarif MRT
 
Lantaran terlampau mahal, Pemprov harus memberikan subsidi agar tarif kedua moda itu bisa ditekan. Setelah diberi subsidi, penumpang hanya perlu membayar Rp10.000 untuk MRT dan Rp6.000 untuk LRT.
 
Untuk MRT Jakarta jumlah subsidi yang dibutuhkan per penumpang sebesar Rp21.659. Sementara itu, subsidi per penumpang untuk LRT sebesar Rp35.655.
 
Jumlah penumpang MRT Jakarta pada 2019 diprediksi mencapai 65 ribu penumpang per hari dan LRT Jakarta sebesar 14.255 penumpang setiap harinya. Dengan demikian, jumlah subsidi yang dibutuhkan Rp572 miliar untuk MRT dan Rp327 miliar untuk LRT pada 2019.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif