Ilustrasi. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)
Ilustrasi. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)

MRT Akan Jangkau Kawasan Pinggiran Jakarta

Nasional mrt lrt
Putri Anisa Yuliani • 21 Maret 2019 07:40
Jakarta: Pemerintah pusat telah menyetujui proposal rencana integrasi transportasi yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rencananya lintasan moda raya terpadu (MRT) Jakarta akan memiliki total panjang 231 kilometer, termasuk 100 kilometer yang melalui kawasan pinggiran Ibu Kota hingga ke daerah penyangga.
 
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Syahbandar, mengatakan koridor selatan-utara nantinya akan memiliki total lintasan 26 kilometer hingga 30 kilometer. Saat ini lintasannya baru mencapai 16 kilometer, yaitu dari Lebak Bulus-Bundaran HI.
 
Sementara itu, lintasan MRT koridor barat-timur di dalam Jakarta akan memiliki total lintasan 31 kilometer, memanjang dari Ujung Menteng menuju Kalideres.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu nanti ada inner line, loop line, dan diagonal line. Selain itu juga yang melalui pinggiran ke daerah penyangga mencapai 100 kilometer," kata William saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Baca juga:Peresmian MRT Dipastikan Tanpa Penetapan Tarif
 
Selain itu, proposal itu juga menyebut panjang jalur lintas rel terpadu (LRT) hingga mencapai kurang lebih 160 kilometer. Kedua angkutan massal ini akan berintegrasi dengan angkutan massal yang sudah ada, yakni KRL commuter line.
 
Koridor loop line commuterline yang sebagian besar saat ini berbentuk rel tapak akan diubah menjadi rel layang. Tujuannya ialah untuk meminimalisasi kemacetan.
 
Ketiga angkutan massal ini juga akan didukung dengan penataan angkutan umum berbasis jalan serta rekayasa pengurangan kemacetan seperti jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).
 
"Itu semua dibangun dalam 10 tahun dengan dana Rp571 triliun. Dana ini tidak sepenuhnya DKI dan pusat, bisa saja swasta," ungkap William.
 
Terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik menegaskan DPRD harus dilibatkan dalam pembicaraan pembangunan integrasi transportasi ini sebab nantinya DKI yang akan menanggung subsidi tarif.
 
"Harus jelas dulu nih mana bagian DKI, mana bagian pusat. Karena nantinya juga saat tarif kan saya yakin DKI yang menanggung subsidinya 100 persen. Pusat kan tidak mungkin menanggung karena ini di DKI sebagian besar," ungkapnya.
 
Baca juga:Menimbang Tarif MRT
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif