Pekerja bersiap melakukan uji coba Light Rail Transit (LRT) di Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun. Foto: Antara/Galih Pradipta.
Pekerja bersiap melakukan uji coba Light Rail Transit (LRT) di Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun. Foto: Antara/Galih Pradipta.

Subsidi Tarif untuk LRT Jakarta Dinilai Tidak Tepat

Nasional transjakarta lrt
Theofilus Ifan Sucipto • 13 Juni 2019 02:42
Jakarta: Usulan menggratiskan sementara tarif Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta dinilai tidak tepat. Jika dalihnya hanya untuk menarik minat masyarakat menggunakan layanan transportasi ini.
 
"Mubazir (subsidinya). (Jarak tempuh LRT Jakarta) cuma dekat," kata Pengamat Transportasi Azas Tigor Nainggolan kepada Medcom.id, Rabu 12 Juni 2019.
 
Dia mengatakan subsidi tarif seharusnya tidak hanya diberlakukan untuk LRT, tapi juga moda transportasi lain. Skema ini pernah dilakukan di negara dengan sarana transportasi publiknya maju seperti di Jerman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan cuma subsidi LRT. Tidak worth it (layak)," ujarnya.
 
Dia mengatakan subsidi untuk seluruh moda transportasi mungkin dilakukan jika integrasi tiket diterapkan. Misalnya, kata Azas, masyarakat yang membeli tiket Bus Transjakarta bisa menggunakan moda lain seperti LRT dan Moda Raya Terpadu (MRT) tanpa harus membayar lagi.
 
"Dengan begitu subsidi ada dasar hukumnya. Jangan semata-mata digratiskan," pungkas dia.
 
Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengusulkan agar Pemprov DKI menggratiskan tarif Lintas Rel Terpadu (LRT). Ida menilai tarif yang diusulkan terlalu besar.
 
"Orang naik LRT cuma 5,6 km dan bayar pasti keberatan," kata Ida saat dihubungi, Selasa, 11 Juni 2019.
 
Dia mengatakan subsidi yang diberikan untuk LRT tidak terlalu besar.Sudah disiapkan anggaran lebih untuk subsidi LRT. Politikus PDIP itu khawatir LRT kurang diminati karena tiketnya terlalu mahal. Saat ini saja, kata dia, LRT sudah dua kali diuji publik namun belum juga beroperasi.
 
"Kalau uji coba dua kali berarti yang pertama gagal. Berarti (uji coba) yang pertama masyarakat belum mengenal LRT," tutur dia.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif