Warga Gandaria Mengaku Jadi Korban Pungli Kelurahan
Ilustrasi pungli. Medcom.id/ Mohammad Rizal
Jakarta: Salmah yang merupakan warga Gandaria, Jakarta Selatan mengaku menjadi korban pungutan liar (pungli) di Kelurahan Gandaria Selatan. Pungli tidak dilakukan hanya sekali.

Tidak tahan terus dimintai uang, Salmah mengadu ke DPRD DKI Jakarta. Salmah mengatakan oknum kelurahan meminta uang jutaan rupiah agar sertifikat tanahnya cepat selesai.

“Sudah urus hampir satu tahun, total sudah sekitar Rp8 juta. Itu untuk urus sertifikat rumah,” kata Salmah saat dihubungi, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.


Pungli pertama Salmah dimintai Rp500 ribu. Alasannya uang tersebut untuk keperluan pengukuran yang berada di Jalan Dahlia, Gandaria Utara.

Salmah mudah percaya. Ia pun menyerahkan uang tersebut kepada staf bidang pelayanan masyarakat Kelurahan Gandaria Utara yang berinisial A.

Beberapa kali Salmah memberikan uang tidak pernah ada bukti pembayaran. 
Padahal, bila ditotal, tarif normal pembuatan sertifikat rumah hanya Rp2 juta.

“Cuma kita bayar tidak pernah ada tanda terima, tanggal berapa setelah itu tiba-tiba ada gelombang dua untuk prona Gandaria Utara. Dia bilang butuh sekian sekian, adek saya percaya saja,” kata Abdul Rozak, kakak Salmah.

Sebelumnya Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sempat mengkritik kinerja kelurahan. Pasalnya praktik pungli terus terjadi.

Ia menegaskan dugaan pungli dalam pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di kelurahan bukan isapan jempol. 

“Ini laporan masuk lagi. Namanya Ibu Salmah. Dia telah berikan uang Rp8,4 juta. Sekarang diminta lagi Rp3 juta. Tolong lah, warga lagi susah, jangan dibuat susah. Anies, harus berantas pungli,” tegas dia 

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat melapor bila mengetahui praktik pungli. Ia tak segan untuk mencopot oknum tersebut.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id