Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Jangkauan Operasi Masker Diperluas Hingga ke Pemukiman

Nasional Virus Korona
Antara • 08 Agustus 2020 03:12
Jakarta: Operasi kepatuhan peraturan daerah (OK Prend) dirubah menjadi Operasi Tertib Masker (Tibmask). Jangkauan operasi bahkan diperluas hingga permukiman.
 
"OK Prend dilakukan di ruas jalan hingga fasilitas umum, ternyata klaster yang ada, pemukiman itu terjadi peningkatan maka kita ganti jadi pperasi tertib masker. Operasi Tibmask ini diperluas jangkauannya hingga ke permukiman dan lingkungan warga selain tetap menjangkau jalan dan tempat umum," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin dilansir Antara, Jumat, 7 Agustus 2020.
 
Menurut Arifin, operasi ini berpotensi atau rawan gesekan dengan warga di lingkungan tempat tinggal masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan melibatkan lurah, tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika melakukan Operasi Tibmask di pemukiman warga, diikutsertakan lurah selaku Ketua Gugus Tugas Kelurahan dan unsur masyarakat. Sehingga personel tidak sendiri ketika melakukan Operasi Tibmask di lingkungan pemukiman," ujar Arifin.
 
Baca: Lantai Tujuh Gedung G Balai Kota DKI ditutup sementara
 
Operasi Tibmask ini juga menyasar tempat-tempat umum atau tempat usaha yang berpotensi menimbulkan keramaian. Di antaranya, restoran, kafe, maupun tempat berkumpulnya anak muda dan lainnya.
 
Arifin menyebut beberapa aktivitas masyarakat meningkat pada waktu tertentu di lokasi-lokasi tersebut. Khususnya malam akhir pekan dan tidak sedikit yang mengabaikan protokol pencegahan penularan covid-19.
 
"Setiap malam akhir pekan paling tidak tiap kecamatan punya satu sasaran yang harus dikenakan penindakan," kata Arifin.
 
Operasi Tibmask menindak warga yang abai terhadap penggunaan masker seperti, tidak menggunakan dan membawa masker, membawa masker tapi tidak digunakan, atau tidak menggunakan masker dengan benar.
 
Operasi Tibmask ini juga berlaku bagi warga yang tidak menggunakan masker saat sedang berkendara. Sanksi yang dikenakan kepada pelanggar mulai dari sanksi sosial membersihkan tempat atau fasilitas umum, hingga denda administratif maksimal Rp250.000.
 
"Nama Tibmask agar orang lebih mudah diingat dan dimengerti masyarakat. Dan Satpol PP dalam menindak warga yang melanggar punya SOP dengan penuh keramahan dan kesantunan. Kami lakukan ini sebagai upaya untuk memberikan perlindungan kepada warga Jakarta," ucap Arifin.

Denda

Satpol PP Provinsi DKI Jakarta secara aktif melakukan pengawasan hingga penegakan aturan dengan sanksi denda di seluruh wilayah DKI Jakarta termasuk pada tempat/fasilitas umum, kegiatan sosial budaya dan pelanggaran perseorangan tidak memakai masker.
 
Berdasarkan keterangan dari Pemprov DKI, pada I Kamis, 6 Agustus 2020, Satpol PP DKI Jakarta memberikan 11 sanksi teguran tertulis dan dua sanksi denda di tempat/fasilitas umum. Sementara untuk kegiatan sosial budaya terdapat satu sanksi teguran tertulis, serta bagi pelanggaran tidak memakai masker oleh perseorangan diberlakukan sanksi kerja sosial kepada 2.676 orang dan sanksi denda berupa uang tunai kepada 478 orang.
 
Pada Kamis, 6 Agustus 2020, nilai denda yang masuk dari perorangan sejumlah Rp73.750.000 dan tempat/fasilitas umum sejumlah Rp11.000.000. Sehingga total denda uang tunai yang masuk pada 6 Agustus 2020 sejumlah Rp84.750.000.
 
Sementara hasil rekap sejak 5 Juni 2020 hingga 6 Agustus 2020, terdapat total 537 sanksi teguran tertulis, 8.161 sanksi denda, 26 sanksi penyegelan serta 62.498 sanksi kerja sosial.
 
Nilai denda yang masuk dari perorangan sejumlah Rp1.173.910.000; dari tempat/fasilitas umum sejumlah Rp416.350.000; dan dari kegiatan sosial budaya sejumlah Rp193.500.000. Total denda uang tunai yang akan disetorkan melalui kas daerah sejumlah Rp1.783.760.000.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif