PDI Perjuangan Tekan Anies
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono--Metrotvnews.com/Damar Iradat
Jakarta: Gubernur Jakarta Anies Baswedan hanya bisa menerima usulan nama wakil gubernur dari dua partai pengusung. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono menyebut, Anies tak bisa menolak atau merevisi usulan itu.

"Posisi Anies berbeda dengan posisi Ahok menentukan wakil. Dulu Ahok punya daya tangkal menolak usulan, Anies enggak punya daya tolak," kata Gembong kepada Medcom.id, Jumat, 26 Oktober 2018.

Di era Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Gembong menyebut, pemilihan wakil gubernur didasari pada UU Nomor 1 Tahun 2015. Kala itu, gubernur memiliki hak prerogratif memilih wakil, sehingga Djarot Syaiful Hidayat dipilih menjadi Wagub DKI.


Baca: Gerindra-PKS Sepakati Dua Nama Pengganti Sandi

Sementara di era Anies, Gembong mengatakan, aturan terkait Pilkada telah berganti menjadi UU Nomor 10 Tahun 2016. Kewenangan memilih pengganti wagub diserahkan pada koalisi partai pengusung. Gubernur tak punya hak.

"Dia hanya menerima, karena UU yang mengatur partai pengusul yang mengusulkan," kata Gembong.

Lebih lanjut, Gembong enggan mengungkapkan arah dukungan partainya. Sebab para kandidat pengganti belum final. Gerindra dan PKS bahkan belum mengusulkan nama-nama itu ke gubernur.

Ia menyerahkan seluruhnya pada partai pengusung. Menurutnya, kedua parpol itu memiliki pertimbangan matang. Apalagi ada sinyal keduanya melunak dan ingin berembuk terkait hal ini. "Kita dukung semuanya. Tentunya partai pengusung bisa mengklakulasi," tandas Gembong.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id