Ilustrasi tempat usaha pelanggar protokol kesehatan di Jakpus disegel petugas, Sabtu, 28 November 2020. Foto: Medcom.id/Christian
Ilustrasi tempat usaha pelanggar protokol kesehatan di Jakpus disegel petugas, Sabtu, 28 November 2020. Foto: Medcom.id/Christian

Imbas Penembakan di Kafe, Warga Didorong Berani Laporkan Pelanggaran PPKM

Nasional polri dki jakarta penembakan Virus Korona polisi pemprov dki tni-polri PSBB pandemi covid-19 PSBM
Sri Yanti Nainggolan • 25 Februari 2021 16:17
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan pengawasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro bukan hanya tanggung jawab aparat. Masyarakat juga berperan agar protokol kesehatan diterapkan dengan benar. 
 
"Harus adanya kesadaran dari semua, pemangku kepentingan, pemilik kafe dan restoran, dan sebagainya," ujar Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin saat dihubungi, Kamis, 25 Februari 2021.
 
Berkaca pada kasus penembakan di RM Cafe, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Arifin menduga masyarakat sekitar sudah tahu ada pelanggaran jam operasional. Namun, mereka membiarkannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau memang ada kegiatan yang seperti tadi, pelanggaran-pelanggaran dengan cara mengelabui, mungkin masyarakat mendengar, masyarakat mengetahui," kata dia. 
 
Baca: Polri Didesak Hukum Mati Bripka CS yang Menembak TNI dan Warga Sipil
 
Arifin meminta masyarakat berani melaporkan melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Nantinya, Satpol PP DKI segera merespons dan menindak pelanggaran tersebut. 
 
"Intinya semakin banyak pengawasan yang dilakukan masyarakat dalam upaya kita mengentaskan dan memutuskan rantai covid-19 akan lebih baik," ucap dia. 
 
Menurut dia, memang ada pemilik usaha yang kucing-kucingan dengan petugas terkait jam operasional. Usaha ditutup pukul 21.00 tetapi buka lagi pukul 23.00 WIB. 
 
"Jadi tidak menggunakan pintu depan, bisa menggunakan pintu samping, pintu belakang," terang dia. 
 
Tipu muslihat seperti itu kerap ditemui Satpol PP DKI. Alhasil, pengawasan yang lebih detail dengan melibatkan masyakarat diperlukan. 
 
Warga di sekitar RM Cafe dihebohkan dengan penembakan pada Kamis, 25 Februari 2021, sekitar pukul 04.00 WIB. Pelaku ialah polisi, Bripka CS. Insiden itu mengakibatkan empat korban. Sebanyak tiga korban meninggal, yakni waiter FSS; kasir, M; dan prajurit TNI AD, S.
 
Korban luka ialah manajer RM Cafe, H. Korban meninggal dan luka masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Bripka CS telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancamam 15 tahun penjara.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif