Aksi unjuk rasa berujung ricuh di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Antara/Akbar Nugroho Gumay
Aksi unjuk rasa berujung ricuh di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Antara/Akbar Nugroho Gumay

60 Persen Pedemo Tolak UU Ciptaker Berstatus Pelajar

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Cindy • 09 Oktober 2020 16:03
Jakarta: Sebanyak 1.192 pedemo yang menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) ditahan di Polda Metro Jaya. Sebanyak 60 persen dari yang ditangkap tersebut berstatus pelajar.
 
"Mulai tadi pagi secara bertahap dikembalikan ke rumah masing-masing dengan pihak keluarga atau pihak sekolah yang mengambil," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Ariza menyampaikan 50 persen pedemo bukan warga DKI Jakarta. Dia meminta para pelajar tak lagi ikut berdemonstrasi. Terlebih, bila mereka tak memahami tujuan dari demonstrasi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau tidak mengetahui harus hati-hati. Nanti berbahaya, kalau di jalan nanti ada kerusuhan, ada keramaian, tawuran, perkelahian, nanti kena batu, dan sebagainya," ucap dia.
 
Baca: Mencari Kambing Hitam Kerusuhan Demo UU Cipta Kerja Bukan Solusi
 
Saat ini ada 256 pelajar yang masih ditahan di Polda Metro Jaya. Mereka tengah diperiksa terkait keterlibatannya dalam perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas umum.
 
Demo buruh dan mahasiswa yang digelar secara besar-besaran di Bundaran Hotel Indonesia, pada Kamis, 8 Oktober 2020, berujung ricuh. Sebanyak 18 halte TransJakarta dibakar dan dirusak.
 
Sejumlah kantor pemerintahan pun dijarah. Korban luka juga berjatuhan baik dari mahasiswa, buruh, maupun aparat kepolisian.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif