Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id

Anies Sebut Penularan Virus Korona Menurun

Nasional Virus Korona PSBB
Putri Anisa Yuliani • 17 Mei 2020 00:52
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19) di Ibu Kota Negara membuahkan hasil. Tingkat penyebaran virus korona (R0 atau R zero) menurun.
 
Anies menjelaskan angka R0 Jakarta 3,5-4,5 pada pertengahan Maret atau sebelum PSBB. Artinya, satu orang terpapar covid-19 menulari 3,5 orang.
 
"Ilustrasinya menurun secara bertahap. Jakarta turun berkisar 1. Ada epidemiologis yang menghitung 0,9; ada yang 1,2. Angka bagus itu di bawah 1," papar Anies dalam diskusi
virtual Live Stream Fest, Sabtu, 16 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut penurunan tak terlepas dari pembatasan-pembatasan yang telah dilakukan. Pemprov DKI mulai mengunci pergerakan warga Jakarta dengan menutup tempat wisata dan sekolah sejak pertengahan Maret. Hal itu disusul dengan penutupan tempat hiburan dan penetapan status Tanggap Darurat Covid-19.
 
"Pertengahan Maret, 10 hari sejak kasus pertama diumumkan kita tutup sekolah, tempat umum, CFD (car free day), dan imbauan kerja dari rumah. Pada 16 Maret, sudah jalan," tutur Anies.
 
(Baca: Jurus Anies Persulit Warga Keluar Masuk Jakarta)
 
Jam operasional transportasi umum juga dibatasi, seperti Moda Raya Terpadu (MRT), TransJakarta, Lintas Rel Terpadu (LRT), dan Kereta Rel Listrik (KRL). Hal ini membuat okupansi penumpang turun.
 
Dia menuturkan penumpang MRT kini hanya 5%, TransJakarta dan KRL rata-rata hanya 10%-15% dari waktu normal sebelum covid-19.
 
Anies menyebut angka R0 Jakarta sudah stagnan. Namun, angka ini berpotensi meningkat di bulan puasa. Sebab, warga kerap keluar di sore hari untuk ngabuburit atau membeli makanan berbuka puasa.
 
Dia akhirnya menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 tentang Sanksi Pelanggaran PSBB. Anies juga menerbitkan Pergub Nomor 47 Tahun 2020 untuk membatasi warga bepergian ke luar Jabodetabek.
 
Anies mengatakan harus ada dasar hukum agar petugas bisa menindak pelanggaran. "Ke depan kita harus lebih ketat lagi," kata Anies.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif