NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Kebijakan Anies Beri Insentif Tenaga Medis Korona Tuai Pujian

Nasional Virus Korona
Cindy • 17 Maret 2020 16:09
Jakarta: Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memberi insentif bagi tenaga medis dan penunjang disambut baik sejumlah pihak, salah satunya, Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI, Wibi Andrino. Keputusan Anies dinilai sudah tepat.
 
"Apa yang dilakukan Gubernur Anies adalah hal yang baik," kata Wibi lewat keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020.
 
Menurut Wibi, tenaga medis yang terlibat langsung dengan pasien suspect korona (covid-19) sangat berisiko. Bahkan potensi tertular tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Covid-19 ini kan 'barang' bahaya. Belum ada obatnya. Peran tenaga medis yang terlibat langsung sangat dibutuhkan memang," ucap Wibi.
 
Wibi meminta Anies tetap memantau langsung aliran dana insentif yang dikucurkan. Tak menutup kemungkinan uang itu disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
 
"Jangan sampai mereka yang tidak berhadapan dengan korona justru kebagian," tegas Wibi.
 
Baca: Badan Uji Spesimen Korona Harus Ditambah
 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjamin insentif khusus bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang terlibat penanganan penyebaran virus korona. Besaran insentif Rp215 ribu per hari.
 
"Rp215 ribu per orang dan per hari. Diberikan kepada semua (tenaga kesehatan dan tenaga penunjang)," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pendopo Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2020.
 
Ketentuan pemberian insentif itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/pmk.02.2019 tentang Biaya Standar Masukan Tahun 2020. Insentif ini juga sejalan dengan Peraturan Gubernur Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Biaya.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif