Masjid Istiqlal ilustrasi. ANT/Aditya Pradana Putra
Masjid Istiqlal ilustrasi. ANT/Aditya Pradana Putra

103 Tempat Ibadah di Jakpus Disemprot Disinfektan

Nasional Virus Korona PSBB New Normal
Christian • 03 Juni 2020 11:30
Jakarta: Sebanyak 103 peribadatan di Jakarta Pusat disemprot cairan disinfektan oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juni 2020. Penyemprotan sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 462 Tahun 2020 tentang Penyemprotan Terhadap Fasilitas Umum dan Khusus.
 
"Ini sebenarnya tidak ada hubungan dengan new normal (kenormalan baru), tapi ini kita berdasarkan SK gubernur yang tadi saya jelaskan," ucap Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat, Asril Rizal, di sela-sela penyemprotan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Penyemprotan juga dilaksanakan di Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Sebanyak 22 petugas Gulkarmat dengan delapan alat portabel spray gendong, satu light fire truck, dua unit watermist dikerahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Cairan yang kita sediakan 26,6 kilogram semua petugas juga mengenakan seragam APD (alat pelindung diri)," tutur dia.
 
Asril menegaskan penyemprotan demi mencegah penyebaran virus covid-19. Penyemprotan menyusul keputusan pemerintah dalam hal ini Menteri Agama Fachrul Razi memperbolehkan rumah ibadah dibuka kembali dengan syarat.
 
Sejumlah persiapan juga tengah dilakukan memasuki kenormalan baru. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah menggodok protokol aktivitas masyarakat menjalani new normal di tengah pandemi virus korona. Proses tersebut melibatkan para ahli dan sejumlah pihak terkait.
 
"(Protokol normal baru) dalam proses, nanti kita umumkan saat menentukan apakah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir atau diperpanjang," ujar Anies di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa, 26 Mei 2020.
 
Protokol normal baru akan mengatur seluruh sektor aktivitas masyarakat, seperti perekonomian, peribadahan, sosial, hingga budaya. Setiap sektor memiliki protokol yang berbeda-beda sesuai kondisi di lingkungan masyarakat.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif