Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Medcom.id/Cindy.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Medcom.id/Cindy.

Anies Diminta Tegas Soal Klaster Covid-19 Petamburan

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Anies Baswedan
Putri Anisa Yuliani, Media Indonesia.com • 23 November 2020 04:08
Jakarta: Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyesalkan sikap warga yang menolak petugas penanganan covid-19. Padahal petugas hendak melakukan tracing covid-19 di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.
 
Dia menilai upaya yang dilakukan Gugus Tugas Penanganan covid-19 sudah sesuai prosedur, sebab kerumunan sejumlah kegiatan pentolan FPI Rizieq Shihab itu terjadi di kawasan tersebut. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta untuk turun tangan dan tegas untuk menangani persoalan tersebut.
 
"Jangan dibiarkan dan jangan tebang pilih. Ini masalah serius yang harus segera ditangani Gubernur. Lihat sekarang kasus penularan di Jakarta mencapai 1.579 kasus di hari Sabtu kemarin," kata Prasetio di Jakarta, Minggu, 22 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tindakan menghalang-halangi petugas untuk melakukan tracing dan treatment penularan covid-19 pasca terjadinya kerumunan di Petamburan dan Megamendung, Bogor sebelumnya dilaporkan langsung Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo. Menurut laporan Doni, petugas tak menjalankan tugasnya karena mendapat penolakan dari massa Rizieq Shihab.
 
Menurut Prasetio, jika petugas mendapat kesulitan karena peristiwa itu maka sudah sepatutnya Gubernur DKI Jakarta turun tangan menuntaskan persoalan itu.
 
"Karena bukan apa-apa, ini demi kemanusiaan. Kalau untuk diisolasi untuk melindungi manusia yang lain saja tidak mau terus mau jadi apa Jakarta. Gubernur harus tegas di sini," ucap politikus PDI Perjuangan itu.
 
Baca: Peserta Keagamaan Tebet-Petamburan Diminta Tes Swab dan Isolasi Mandiri
 
Sejauh ini, kata Pras, seluruh teknis dan mekanisme melindungi Jakarta dari pandemi covid-19 di Ibu Kota ada di tangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. DPRD DKI Jakarta telah memberi dukungan penuh, baik dari sisi anggaran dan peraturan yang dibutuhkan.
 
"Seperti kemarin, butuh aturan untuk mempertegas upaya-upaya petugas di lapangan dalam penanganan, sudah kita buat dan telah disahkan. Sekarang ayo sama-sama menegakkan aturan itu. Ketika terjadi pelanggaran sanksi dengan tegas sesuai aturan," tegas dia.
 
Penambahan kasus baru covid-19 di DKI Jakarta mencapai rekor baru di angka 1.579 kasus. Data tersebut terhitung pada Sabtu, 21 November 2020. Penambahan kasus baru ini merupakan yang tertinggi dari penambahan kasus yang pernah ada.
 
Kasus tertinggi sebelumnya terjadi pada 16 September 2020, yakni mencapai 1.505 kasus. Kemudian tertinggi sebelumnya mencapai 1.398 kasus, terjadi di 4 Oktober 2020.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif