Kabut pekat polusi udara menutupi gedung-gedung tinggi perkantoran di Jakarta. Foto: MI/Susanto.
Kabut pekat polusi udara menutupi gedung-gedung tinggi perkantoran di Jakarta. Foto: MI/Susanto.

Transportasi Publik Solusi Melawan Kabut Polusi

Nasional polusi udara
Antara • 28 Juni 2019 18:33
Jakarta:Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan transportasi publik massal adalah solusi untuk mengatasi polusi udara di DKI Jakarta. Publik diminta tak tergantung kepada kendaraan pribadi.
 
"Kalau mau ke pusat kota, kawasan di dalam kota, gunakan angkutan umum massal jika jarak jauh. Kalau jarak sedang gunakan sepeda, kalau dekat setidaknya tiga kilometer ayo jalan kaki," kata Ahmad di Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Dia mengatakan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan kendaraan umum harus dibarengi dengan usaha pemerintah membangun sarana transportasimassal. Pengoperasian transportasi seperti Moda Raya Terpadu (MRT), Commuter Line, dan TransJakarta perlu diperluas ke seluruh wilayah Ibu Kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bersamaan dengan upaya itu, pemerintah perlu membangun jalur khusus bagi pengguna sepeda dan pejalan kaki. Tata guna lahan dan pengaturan transportasi dengan orientasi mengefektifkan perjalanan dan mengurangi kemacetan perlu dijalankan.
 
Berkurangnya kemacetan akan meningkatkan efektivitas perjalanan dan menekan pencemaran. Pembatasan kendaraan, kata dia, diperlukan untuk mengurangi polusi udara. Kebijakan seperti penerapan electronic road pricing (ERP) dan tarif progresif parkir bisa mengurangi arus kendaraan pribadi menuju perkotaan.
 
Baca: Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia
 
Standar emisi kendaraan juga harus diperketat sehingga setidaknya sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia. Di samping itu, pemerintah harus mendorong penggunaan energi bersih dan melarang penggunaan bahan bakar yang tergolong kotor, seperti solar dengan cetane number rendah dan bensin dengan nilai oktan rendah.
 
Penggunaan kendaraan yang hemat energi dan rendah emisi seperti mobil listrik juga mesti didorong. Ahmad mengatakan penegakan hukum juga mesti dilakukan terhadap pembakar sampah, pengguna kendaraan dengan emisi yang tidak sesuai standar, dan pabrik-pabrik penyumbang pencemar udara.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif