Novanto Diduga Terindikasi Lakukan Pencucian Uang
Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/2). Antara/Mohammad Adimaja
Jakarta: Setya Novanto diduga melakukan tindak pidana pencucian uang selain terlibat dalam kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan KTP elektronik.

Hal tersebut terungkap saat Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa kurir Setya Novanto bernama Abdullah alias Wahab. Jaksa menghadirkan Abdullah sebagai salah satu saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018. 

Abdullah sebelumnya mengaku beberapa kali diminta menukarkan uang ke tempat penukaran uang dari deposito Novanto dan dimasukkan ke rekening orang lain. "Dari money changer, saya disuruh mengemas uang dalam satu kardus rokok, diserahkan dalam bentuk Rupiah, ya sekitar Rp2,5 miliar Pak," kata Abdullah .


Ia melanjutkan, penukaran itu dilakukan di PT Inti Valuta Sukses dan beberapa tempat penukaran uang lainnya. Abdullah menukarkan uang dari dolar AS dan dolar Singapura ke Rupiah sekitar tahun 2009-2014.

Baca: Jaksa Beberkan Skema Penerimaan Uang Ponakan Novanto

Uang Rupiah itu kemudian disetorkan tunai ke rekening milik Sekretaris Novanto, Kartika Wulandari. Abdullah juga mengaku memiliki rekening dolar Amerika dan dolar Singapura yang dibuka atas insiatifnya, lantaran berisiko membawa uang dengan jumlah banyak. 

"Saya bilang ke Mbak Wulan untuk buka rekening baru besoknya dikerjakan lagi. Sekali transfer bisa USD10 ribu, tapi saya kurang kurang tahu itu uang siapa, saya hanya dimintai tolong untuk transfer saja," ungkap Abdullah.

Abdullah juga pernah melakukan setor tunai di Bank Panin senilai Rp5 miliar pada sekitar 2014-2015. Selain itu, ia juga menukarkan uang dan memasukkan ke rekening lain, Abdullah juga kadang mengirimkan uang ke rekening putra Novanto, Rheza Herwindo yang berada di Amerika Serikat.

"Pernah diminta transfer tapi saya lupa berapa, seingat saya untuk biaya sekolah, hanya kecil-kecil ada USD5 ribu, USD2 ribu," tambah Abdullah.

Baca: Saksi Akui Tampung Uang Johannes Marliem di Money Changer

Terkait keterangan Abdullah, jaksa pun mengendus adanya pencucian uang yang dilakukan oleh mantan Ketua DPR RI itu. "Keterangan saudara menambah daftar panjang perputaran uang di sidang ini. Saya kok mencium bau-bau pencucian uang," kata jaksa Abdul Basir.

Jaksa pun mengaku mengantongi sejumlah rekening koran yang menunjukkan pencairan deposito Novanto. Hasil pencairan itu tidak dimasukan ke tabungan Novanto, melainkan dialirkan ke rekening milik Wulan.



(DMR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360