Ferdinand Hutahaean. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Ferdinand Hutahaean. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Ferdinand Hutahaean Tunggu Jadwal Sidang Perkara Ujaran Kebencian

Nasional polri Penegakan Hukum ujaran kebencian Penodaan Agama Ferdinand Hutahaean
Siti Yona Hukmana • 24 Januari 2022 20:23
Jakarta: Ferdinand Hutahaean tinggal menunggu jadwal sidang perdananya sebagai terdakwa perkara ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta penyebaran berita bohong di media sosial (medsos). Berkas perkara Ferdinand telah diserahkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.
 
"Hari ini 24 januari 2022, jam 10 WIB, telah dilakukan penyerahan tahap kedua, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama tersangka FH dari penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 24 Januari 2022.
 
Ramadhan mengatakan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menyerahkan berkas perkara tahap I pada Selasa, 18 Januari 2022. Berkas itu dinyatakan lengkap atau P21.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik menyerahkan Ferdinand dan barang bukti ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Kejagung melimpahkan langsung ke Kejari Jakarta Pusat.
 
Kejari Jakpus telah menerima pelimpahan Ferdinand dari Bareskrim Polri. Namun, penahanan Ferdinand dititipkan di Rutan Rorenmin Bareskrim Mabes Polri selama 20 hari terhitung 24 Januari-Februari 2022.
 
"Pada Senin, 24 Januari 2022 pukul 11.30 WIB telah dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari penyidik Bareskrim Mabes Polri kepada penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat atas nama tersangka Ferdinand Hutahaean," kata
Kepala Seksi Intelijen Kejari Jakpus Bani Immanuel Ginting dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Januari 2022.
 
Baca: Berkas Lengkap, Ferdinand Hutahaean Segera Disidang
 
Ferdinand ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian bermuatan SARA serta penyebaran berita bohong di medsos. Dia ditahan sejak Senin, 10 Januari 2022 hingga 20 hari ke depan di Rutan Bareskrim Polri. Ferdinand dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti.
 
Ferdinand dijerat Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) terkait ujaran kebencian, Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 KUHP tentang Penyebaran Berita Bohong. Ferdinand terancam hukuman 10 tahun penjara.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif