Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

4 OTT dalam Sebulan, KPK: Pembuktian Komitmen

Nasional KPK Kasus Suap kasus korupsi pencegahan korupsi Pemberantasan Korupsi OTT KPK
Cahya Mulyana • 22 Januari 2022 16:09
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar empat operasi tangkap tangan (OTT) sejak 1 Januari 2022. Operasi itu digelar di sejumlah daerah, hasilnya tiga kepala daerah dan satu hakim ditetapkan sebagai tersangka.
 
"Rentetan kegiatan tangkap tangan KPK ini tentu bagian dari komitmen KPK untuk terus berupaya melakukan pemberantasan korupsi melalui strategi penindakan," ujar pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri kepada Media Indonesia, Sabtu, 22 Januari 2022.
 
Dia mengatakan ada tiga strategi yang terus dilakukan KPK, yaitu pendidikan anti korupsi, pencegahan, dan penindakan. Ali menyebut pemberantasan korupsi bisa dilakukan dengan komitmen, dukungan, dan sinergi seluruh elemen masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui peran dan tugas fungsinya masing-masing sangat dibutuhkan," tegas dia.
 
Pada Rabu, 5 Januari 2022, KPK menjerat Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen menjadi tersangka. Pepen terjerat dalam kasus dugaan suap lelang jabatan dan pengadaan barang dan jasa.
 
Selanjutnya, KPK menggelar OTT di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, pada Kamis, 13 Januari 2022. Bupati PPU Abdul Gafur Masud menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini.
 
Dia diduga menerima suap proyek pembangunan jalan bersama Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis. KPK kini tengah menelusuri aliran dana ke Partai Demokrat.
 
Baca: KPK Pertajam Bukti Suap Walkot Nonaktif Bekasi Lewat 3 Lurah
 
Berikutnya, pada Rabu, 19 Januari 2022, KPK menggelar operasi senyap di wilayah Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut). Dari operasi ini, tim KPK menangkap Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin yang diduga terlibat dugaan suap.
 
Teranyar, pada Kamis, 20 Januari 2022, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Jawa Timur. Mereka ialah hakim Itong Isnaeni Hidayat, panitera pengganti Hamdan, dan pengacara Hendro Kasiono. Ketiganya diduga terlibat suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Surabaya.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif