Wakil Ketua LPSK Lili Pintauli Siregar (kiri) saat bertandang ke KPK beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA/ANdika Wahyu)
Wakil Ketua LPSK Lili Pintauli Siregar (kiri) saat bertandang ke KPK beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA/ANdika Wahyu)

Johannes Marliem Sempat Menyambut Baik Tawaran LPSK

Nasional korupsi e-ktp
15 Agustus 2017 13:15
medcom.id, Jakarta: Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Lili Pintauli Siregar menyebut Johannes Marliem sempat menyambut baik penawaran LPSK yang ingin memberikan perlindungan terhadap dirinya.
 
Johannes yang merupakan direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat itu memang santer disebut sebagai saksi kunci kasus korupsi KTP-el. Ia diduga mengetahui aliran proyek yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.
 
Lili menuturkan pertama kali membuka komunikasi dengan Johannes pada 26 Juli 2017 melalui aplikasi perpesanan. Setelah Lili mengenalkan diri dan mengutarakan maksudnya, Johannes mulai membuka komunikasi dan menunjukkan respon positif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu Saya jelaskan kenapa Kami menghubunginya dan apa itu LPSK. Menawarkan apakah Dia butuh bantuan terkait kasus yang begitu besar diberitakan di Indonesia dan kemudian Dia merespon baik, Dia sampaikan membutuhkan dan senang jika LPSK berada di pihaknya," ungkap Lili, dalam Metro Pagi Primetime, Selasa 15 Agustus 2017.
 
Usai percakapan itu Lili menyebut Johannes kemudian mulai mengakses website LPSK dan mengisi form di dalamnya. Untuk menindaklanjuti permintaan Johannes, LPSK sudah menyiapkan tim ahli dan pendamping untuk memberikan perlindungan melalui KBRI.
 
Lili mengatakan bentuk bantuan yang hendak diberikan kepada Johannes mulai dari perlindungan secara fisik, penempatan di safe house hingga pengamanan identitas. Namun belum juga bertemu, LPSK kemudian mendapatkan kabar bahwa bos IT itu dinyatakan tewas di Amerika Serikat.
 
"Saya tidak punya prediksi atas insiden itu karena itu di luar area. Kami hanya mengandalkan feeling karena tidak punya akses investigasi dan penyelidikan. Tetapi kadang naluri masyarakat itu bisa melihat kesana karena kasus-kasus besar seperti ini pasti jadi perhatian publik," kata Lili.
 
Lili mengatakan komunikasi dengan Johannes hanya sebatas itu. Dia mengaku belum sampai pada tahap memberikan perlindungan terhadap keluarga Johannes karena memang komunikasi yang dijalin pun belum terlalu jauh.
 
"Belum sampai ke keluarga karena kita baru memulai kontak komunikasi dengan yang bersangkutan. Tetapi kelak jika keluarga membaca mungkin bisa mengontak LPSK atau mencari situs LPSK jika membutuhkan perlindungan yang sama.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif