Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto
Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto

Cerita Firli: Istri Bocorkan Kasus Korupsi Suami Karena Tak Dibagi

Nasional kpk pilkada kasus korupsi Pemilu Serentak 2020
Fachri Audhia Hafiez • 10 November 2020 13:21
Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri berbagi kisah bagaimana Lembaga Antirasuah mendapatkan laporan dugaan korupsi. Dia menyebut laporan justru datang dari orang-orang terdekat seorang pejabat.
 
Mantan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri itu mencontohkan seorang wakil kepala daerah melaporkan atasannya seperti gubernur, bupati, atau wali kota. Namun, Firli mencium ada maksud lain di dalam laporan itu.
 
"Gubernur korupsi dilaporkan wakil gubernur. Harapannya, mudah-mudahan cepat ditangkap oleh KPK, (pelapor) jadi gubernur. Begitu juga wakil wali kota, wakil bupati, juga begitu," kata Firli dalam webinar Pembekalan Pilkada Berintegritas 2020, Selasa, 10 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Firli tidak mengungkap nama-nama sang pelapor dan terlapor tersebut. Ia hanya mengingat wakil kepala daerah agar tak haus jabatan dengan memakai cara-cara tersebut.
 
"Tolong kalau para wakil mau jadi gubernur, ingin jadi bupati, wali kota, tahan dulu nafsunya sampai lima tahun," ujar Firli.
 
Mantan Deputi Penindakan KPK ini juga menceritakan laporan kasus korupsi datang dari istri seorang bupati. Alasan pelaporan lantaran sang istri bupati tidak menikmati hasil korupsi, tetapi diberikan kepada istrinya yang lain.
 
Baca: Firli Sebut Dua Kepala Daerah Akan Menjadi 'Pasien' KPK
 
"Begitu terima, uang itu langsung digeser ke istri kedua, istri ketiga, istri keempat, dan istri kelima. Dia foto kepada kita," ujar Firli.
 
Firli menegaskan contoh nyata tersebut membuktikan kejahatan korupsi terungkap justru dari sosok yang tak asing bagi pejabat terkait. Ia mengingatkan KPK tidak akan kesulitan untuk melacak bukti keterlibatan pihak-pihak dalam dugaan korupsi itu.
 
"Bapak (kalau terlibat korupsi) yang akan sulit mencari buktinya di mana. Nah, KPK bantuin, kalau ada yang lupa nomor rekeningnya di mana, lupa sertifikatnya di mana, lupa mobilnya di mana, kami bantu cari," ujar Firli.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif