Ilustrasi penahanan. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi penahanan. Medcom.id/M Rizal

Menantu Eks Dirut BTN dan Komut Titanium Property Ditahan

Nasional Kasus Suap kasus korupsi BTN kejaksaan agung
Siti Yona Hukmana • 09 Oktober 2020 23:27
Jakarta: Widi Kusuma Purwanto, menantu eks Direktur Utama (Dirut) Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono, dan Komisaris Utama PT Titanium Property Ichsan Hasan ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi pemberian fasilitas kredit. Keduanya langsung ditahan.
 
"(Penahanan) untuk mempermudah proses penyelesaian perkara serta mempertimbangan unsur obyektif dan subyektif," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Hari Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Kedua tersangka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan cabang Kejagung. Mereka ditahan selama 20 hari terhitung sejak hari ini, 9 Oktober 2020 sampai 28 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tidak berhenti sampai di situ. Pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan terhadap semua pihak yang terlibat dalam pemberian fasilitas kredit kepada PT Pelangi Putera Mandiri dan PT Titanium Property.
 
"Dan semua pihak yang terkait dengan pemberian uang kepada Maryono melalui tersangka Widi baik yang berasal dari Yunan maupun dari tersangka Ichsan," imbuh Hari.
 
Baca:Diduga Makelar Suap, Menantu Eks Dirut BTN Diperiksa
 
Kejagung menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Dua tersangaka lain yang lebih dulu menjadi tersangka yakni Maryono dan Direktur PT Pelangi Putra Mandiri Yunan Anwar.
 
Maryono diduga menerima gratifikasi sebesar Rp2,275 miliar dari Yunan. Uang itu dikirim melalui rekening bank menantunya, sekaligus Direktur Keuangan PT Megapolitan Smart Service, Widi.
 
Maryono juga menerima gratifikasi dari Komisaris Utama PT Titanium Property Ichsan Hasan sebesar Rp870 juta. Uang itu juga dikirim melalui Widi sebanyak tiga kali transaksi. Rinciannya Rp500 juta dikirim pada 22 Mei 2014, Rp250 juta pada 16 Juni 2014, dan Rp120 juta pada 17 September 2014.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif