Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Staf Menteri Jonan Berpeluang Diperiksa

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Juven Martua Sitompul • 23 Januari 2019 16:19
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil Hadi Mustofa Djuraid, staf dari Menteri Energi dan Sumber Daya MineralIgnasius Jonan. Pemanggilan dilakukan untuk mengonfirmasi langsung kesaksian mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih yang mengaku menerima uang sebesar SGD10 ribu dari Hadi.
 
"Kalau yang disampaikan itu ada dugaan pemberian dari seseorang, misalnya staf dari seseorang, tentu saja dibutuhkan klarifikasi. Klarifikasi pertama dilakukan terhadap pihak yang diduga memberi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.
 
KPK belum bisa memastikan waktu pemanggilan anak buah Jonan tersebut. Pemanggilan seseorang yang disebut dalam persidangan bergantung dari kebutuhan jaksa penuntut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau ada kebutuhan tentu akan dilakukan itu sepenuhnya bergantung nanti dari JPU," ujarnya.
 
(Baca juga:Eni Anggap Uang dari Kotjo Halal)
 
Febri menjelaskan ada tiga poin dalil KPK memanggil seseorang yang disebut dalam persidangan. Yakni, untuk kepentingan pembuktian penerimaan, untuk menelusuri penerimaan berhubungan dengan jabatan atau tidak, dan terakhir untuk memastikan pemberian itu dilaporkan penerima ke KPK dalam waktu 30 hari kerja atau tidak.
 
"Tapi, tentu itu domain dari JPU untuk menimbang siapa saja yang dibutuhkan untuk diperiksa sebagai saksi," kat adia.
 
Pada persidangan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I kemarin, terdakwa Eni Maulani Saragih mengaku pernah menerima uang SGD10 ribu dari Hadi Mustofa Djuraid selaku staf dari Menteri ESDM Ignasius Jonan. Pemberian tersebut terjadi usai memimpin rapat di Komisi VII DPR.
 
Saat itu, Hadi tiba-tiba memberi sebuah amplop kepada Eni. Hadi hanya memberi tahu bahwa amplop tersebut untuk membantu kegiatan Eni di daerah pemilihan (dapil).
 
Eni mengaku tidak tahu maksud pemberian uang dari staf Jonan tersebut. Politikus Golkar itu bahkan mengklaim telah mengembalikan uang pemberian Hadi itu kepada KPK.
 
(Baca juga:Menteri Rini Disebut Dalam Sidang Korupsi PLTU Riau-I)

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi