Bahaya Info Palsu di Mata Polri

Sunnaholomi Halakrispen 17 Oktober 2018 12:11 WIB
hoax
Bahaya Info Palsu di Mata Polri
Warga mengamati sosial media. Foto: MI/Arya Manggala.
Jakarta: Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menekankan bahaya penyebaran informasi bohong di tengah masyarakat. Hal ini mengingat informasi bohong kian hari terus menyebar.

"Hoaks ini kalau kita edarkan terus kita yakini memahami kalau ini suatu kebenaran, ini berbahaya," kata Setyo di Gedung Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Oktober 2018.

Menurut dia, penyebaran informasi palsu dapat menyebabkan perselisihan bangsa maupun antarnegara. Penyebarannya dapat membuat geger hingga perdebatan beberapa pihak.


Dia mencontohkan informasi bohong soal telur palsu dan beras plastik. Informasi itu tidak masuk akal karena teknologi membuat telur palsu membutuhkan biaya yang mahal, tetapi tetap tersebar. 

Setyo menyebut informasi bohong sering kali disebarluaskan melalui media sosial. Tidak jarang, pembuat info menyantumkan kalimat ancaman kepada penerima pesan agar menyebar info bohongnya. 

"Apalagi kalau ada tulisan 'sebarkan'. Apalagi kalau ada ancaman seperti 'kalau tidak disebarkan, rejeki akan berkurang'," tutur dia.

Baca: Hoaks Dinilai Bisa Memupuk Kebencian

Ia mengakui tak mungkin menangkap semua penyebar info palsu. Namun, polisi bakal menindak penyebar info palsu yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat. 

"Kalau ditangkap semua, penjara penuh. Hampir ribuan tiap hari hoaks ini beredar," imbuh dia.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id