Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Pemerintah usut TKI di Singapura Sumbang Dana ke JAD

Nasional terorisme isis
Siti Yona Hukmana • 07 Maret 2020 15:29
Jakarta: Pemerintah tengah mengusut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura yang menyumbang dana ke Jamaah Ansharut Daulah (JAB) basis Indonesia. Tiga TKI dihukum penjara oleh pemerintah Singapura lantaran terlibat mendanai terorisme.
 
"Saya kira informasi ini sedang diproses. Sedang dicerna baik-baik. Supaya kita tidak salah dalam mengambil keputusan," kata tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, di IBIS Tamarin, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Maret 2020.
 
Donny memastikan pemerintah tak tinggal diam. Ketiganya terancam pidana di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca:WNI di Singapura Divonis Penjara Usai Sumbang Uang untuk Teroris)
 
"Kita kan punya interpol. Kita berkoordinasi dengan kepolisian Singapura untuk kemudian bisa ekstradisi dan kemudian mengadilinya di Indonesia. Karena dia membiayai teroris yang bisa mengancam Indonesia," tutur dia.
 
Anindia Afiyantari divonis penjara dua tahun di Singapura, Kamis, 5 Maret 2020. Dia terbukti menyumbang 130 dolar Singapura atau setara Rp1,3 juta kepada kelompok JAD. Kelompok ini merupakan afiliasi dari Islamic State (ISIS) yang beroperasi di Indonesia dan Singapura.
 
Perempuan 32 tahun itu menjadi pekerja migran Indonesia ketiga yang dijatuhi hukuman dalam kasus ini. Sebelumnya, Retno Hernayani dipenjara 1,5 tahun dan Turmini dipenjara 3 tahun 9 bulan.

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif