Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Polisi Diminta Transparan di Kasus Pemalsuan Label SNI

Nasional polri pemalsuan sni
Arga sumantri • 22 Agustus 2020 14:24
Jakarta: Anggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta meminta polisi transparan dalam penyidikan kasus pemalsuan label standar nasional Indonesia (SNI). Transparansi perkembangan kasus ini penting demi menjaga hak keadilan terhadap pelapor.
 
"Penting dikemukakan secara objektif agar masalah ini lebih jelas," kata Sudirta di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020.
 
Menurut dia, transparansi juga diperlukan guna menjaga profesionalitas Polri di mata masyarakat. Proses penyidikan yang terbuka bisa menepis dugaan-dugaan negatif dalam perkara yang ditaksir merugikan negara Rp2,7 triliun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan cara polisi memberikan jawaban dalam bentuk langkah-langkah nyata sesuai dengan aturan hukum," ujar dia.
 
Menurut dia, pelapor memerlukan kepastian kalau standar operasional prosedur (SOP) penyidikan kasus ini sudah dilakukan dengan benar. Hal ini diperlukan meskipun perkembangan kasus belum mencapai target yang memuaskan.
 
"Yang jadi soal jika hasilnya tidak memuaskan dan prosesnya tidak memadai. Ini yang perlu dihindari karena masyarakat harus dijaga jangan sampai setelah mereka protes, lalu mereka tidak puas, lalu tidak percaya kepada kepolisian," ujar dia,
 
Ia menilai jawaban dari penyidik diperlukan guna memenuhi dan menunjukkan sisi keadilan serta transparansi kepolisian. Korps Bhayangkara dipandang perlu bersikap karena kasus ini kadung menjadi polemik.
 
Baca: Polri Didorong Tuntaskan Kasus Label SNI Palsu
 
Sejumlah lembaga seperti Komisi Kepolosian Nasional (Kompolnas), Indonesia Police Watch (IPW), hingga DPR, dan MPR menyoroti lambannya penanganan kasus pemalsuan label SNI. IPW mendapat informasi terbongkarnya kasus ini bermula dari surat palsu pemesanan barang dari Thailand. Setelah sampai di Indonesia, barang berupa besi siku itu diakui sebagai produk dalam negeri dan ditempel label SNI palsu untuk dijual kepada konsumen.
 
Laporan kasus pemalsuan label SNI produk besi siku disampaikan pada Juni 2020 dan telah ada pasal-pasal yang diterapkan. Dalam kasus ini, penyidik memang telah menangkap sejumlah tersangka, tetapi aktor atau pelaku utamanya masih berkeliaran bebas.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif