Kapolri Jenderal Idham Azis dan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian. MI/Bary Fathahilah.
Kapolri Jenderal Idham Azis dan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian. MI/Bary Fathahilah.

Kabareskrim Anyar Harus Loyal

Nasional polri
Juven Martua Sitompul • 14 November 2019 20:08
Jakarta: Kapolri Jenderal Idham Azis diminta memilih Kabareskrim sesuai sistem merit yang merujuk pada kinerja, kompetensi, dan kualifikasi. Sosok Kabareskrim harus loyal, berprestasi, dan perwira tinggi senior.
 
“Loyal enggak sama pimpinan? Karena salah satu yang kemudian menjadi poin penting adalah ada pijakan yang namanya loyalitas,” kata Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran Muradi saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 14 November 2019.
 
Muradi mengaku mencari sosok loyal di sebuah institusi cukup sulit. Ia berharap Idham tak salah memilih Bareskrim. Apalagi, Idham hanya memiliki sisa masa tugas selama 14 bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pak Idham latar belakangnya Kabareskrim jadi jangan salah pilih, kalau salah pilih jadi beban bagi Pak Idham,” kata dia.
 
Muradi sepakat dengan pendapat para akademisi lain agar pemilihan Kabareskrim lepas dari intervensi pihak luar, termasuk elite politik. Alasannya, bisikan pihak eksternal akan mengganggu loyalitas Kabareskrim kepada Polri.
 
Menurut dia, Kabareskrim terpilih juga harus memiliki hubungan baik dengan berbagai pihak. Terutama, kepada para tokoh agama, wartawan, dan kalangan lainnya.
 
“Pokoknya Pak Idham harus cari yang plusnya, kalau enggak dia akan kerepotan membangun paradigma penguatan di level internal Polri, karena Kabareskrim itu adalah background dari polisi,” pungkasnya.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif