Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto

TGPF Kesulitan Bongkar Kasus Novel

Nasional novel baswedan
Candra Yuri Nuralam • 09 Juli 2019 23:33
Jakarta: Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kesulitan mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Tim bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu terkendala keterangan saksi.
 
Anggota TGPF Hendardi menyebut saksi dalam kasus Novel tersebar di sejumlah wilayah. Tim pun harus menyambangi beberapa wilayah untuk pengembangan saksi.
 
"Kenapa kami ada di Ambon, Kenapa kami dari Malang, kenapa kami ke Kebumen dan sebagainya, jelas bukan plesiran, itu urusannya adalah dalam rangka pengembangan saksi-saksi," kata Hendardi di Komples Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hendardi mengatakan, pencarian hingga keluar kota bertujuan untuk mencari keterangan baru dari para. Saksi yang ada di luar kota tersebut bermula dari bukti rekaman kamera pengintai (CCTV).
 
"Kami coba uji kembali yang termasuk adalah dengan kegiatan-kegiatan reka ulang ke tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian ada penjelajahan terhadap saksi-saksi kembali," ujar Hendardi.
 
Dia mengatakan pencarian saksi hingga keluar kota juga dilakukan untuk mencari fakta yang bisa meyakinkan kepolisian. "Kami mencari yang bisa meyakinkan kami bahwa alibi-alibi apa orang-orang yang diduga terlibat atau terlibat di dalam kasus ini betul-betul memang merupakan alibi," tutur Hendardi.
 
Baca: Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Novel Baswedan
 
Menurut Hendardi, TGPF baru mengendus adanya unsur politik dalam kasus Novel. Dugaan itu didasari profesi Novel yang bekerja di lingkaran kasus korupsi. Penyidik senior seperti Novel jadi 'musuh' koruptor kelas kakap..
 
"Kami berkepentingan untuk mencari juga motif-motif dibalik itu semua (politik) dan motif itu kami telusuri juga, motif-motif aja apa saja yang mungkin akan di yang kami temukan dalam hal ini," ujar Hendardi.
 
Hendardi mengklaim gerak TGPF sudah selangkah lebih maju menyelidiki kasus Novel. Kendati, ia masih enggan membeberkan rinci temuan apa saja yang sudah didapat tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu. TGPF berjanji memaparkan seluruh temuannya pekan depan.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif