Sidang dakwaan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang dakwaan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Rano Karno Disebut Terima Suap Rp700 Juta

Nasional kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 31 Oktober 2019 18:09
Jakarta: Mantan Gubernur Banten Rano Karno disebut menerima uang terkait pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Pemerintah Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Hal itu tercantum dalam dakwaan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.
 
"Memperkaya orang lain antara lain, Rano Karno Rp700 juta," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Nugraha di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Wawan didakwa melakukan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri dan suatu korporasi. Kejahatan itu mengakibatkan kerugian keuangan negara total Rp94,3 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wawan korupsi bersama mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang turut menerima keuntungan Rp3,8 miliar. Sedangkan Wawan memperoleh Rp50 miliar dari praktik rasuah tersebut.
 
Selain Wawan, Atut, dan Rano Karno, pihak lain yang diperkaya dalam kasus ini adalah:
 
1. Pemilik PT Java Medica Yuni Astuti Rp 23,3 miliar
2. Mantan Kadis Kesehatan Pemprov Banten Djaja Buddy Suhardja Rp240 juta
3. Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ajat Drajat Ahmad Putra Rp295 juta
4. Mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan panitia pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit rujukan Provinsi Banten Jana Sunawati Rp134 juta
5. Mantan Panitia pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten Yogi Adi Prabowo Rp76,5 juta
6. PNS Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tatan Supardi Rp63 juta
7. Mantan Ketua Panitia pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten Ferga Andriyana Rp50 juta
8. PNS Dinas Kesehatan Provinsi Banten Eki Jaki Nuriman Rp20 juta
9. Kepala Bagian Perencanaan Dinas Kesehatan Provinsi Banten Suherman Rp15,5 juta
10. Mantan Panitia pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten Aris Budiman Rp1,5 juta
11. Sobran Rp1 juta
12. Abdul Rohman Rp60 juta
 
Jaksa menyebut Wawan juga menggelontorkan uang Rp1,6 miliar buat fasilitas liburan ke Beijing berikut uang saku pejabat Dinkes Provinsi Banten, tim survei, panita pengadaan dan panitia pemeriksa hasil pekerjaan.
 
Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu disebut mengatur pengadaan alat kedokteran melalui APBD dan APBN-Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Negara dirugikan Rp79,7 miliar dari permainan kotor itu.
 
Wawan juga terlibat kasus korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012. Kerugian negara akibat dugaan praktik rasuah itu senilai Rp14,5 miliar.
 
Dalam perkara ini Wawan didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif