NEWSTICKER
Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Wahyu Setiawan Akui Berkawan Dekat dengan Staf Hasto

Nasional OTT KPK
Whisnu Mardiansyah • 15 Januari 2020 18:36
Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengakui dekat dengan staf Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristianto, Saeful. Dia pun dalam posisi sulit saat menanggapi permintaan PDI Perjuangan memasukkan calon anggota legislator (caleg) Harun Masiku sebagai caleg terpilih.
 
Wahyu dan Saeful kini menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR. Status yang sama juga disandang orang kepercayaan Wahyu, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina, serta Harun.
 
"Mbak Tio, Mas Saeful, Mas Doni (advokat PDI Perjuangan) itu kawan baik saya," kata Wahyu dalam sidang etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Tio dan Saeful kerap mengajak bertemu di luar kantor untuk membahas PAW Harun Masiku. Wahyu mengaku kerap menolak tawaran itu.
 
"Saya sudah menjelaskan dan saya tidak, tidak, tidak. Pandangan Mas Hasyim (Komisioner KPU Hasyim Asy'ari) sama dengan pandangan saya itu tidak bisa," tegas Wahyu.
 
Wahyu mengakui dalam berkomunikasi dengan para penyuapnya sulit membedakan antara hubungan kawan dekat dan pekerjaan. Pasalnya, Wahyu sudah mengenal lama mereka.
 
"Saya teman lama Bu Tio, orang yang saya hormati, dan saya anggap kakak saya sendiri. Jadi saya sangat sulit situasinya," jelas Wahyu.
 
KPK menangkap tangan Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Dia diduga menerima suap untuk mengupayakan PAW calon caleg PDI Perjuangan Daerah Dapil Sumatra Selatan 1 Harun Masiku.
 
KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat operasi tangkap tangan (OTT) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu sebelumnya diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif