NEWSTICKER
Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

Eks Bos Perum Perindo Segera Diadili

Nasional kasus suap
M Sholahadhin Azhar • 20 Januari 2020 11:54
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas penyidikan mantan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Dirut Perum Perindo) Risyanto Suanda. Risyanto segera diadili atas kasus dugaan suap kuota impor ikan.
 
"Tahap II (pelimpahan berkas perkara). Risyanto Suanda, suap Perum Perindo," kata Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 20 Januari 2020.
 
Risyanto bakal diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Namun, Ali belum bisa memastikan kapan jadwal sidang perdana tersangka kasus dugaan suap kuota impor ikan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK menetapkan Risyanto dan Direktur Utama PT Navy Arsa Sejahtera (PT NAS), Mujib Mustofa, sebagai tersangka kasus dugaan suap impor ikan pada 2019. Risyanto selaku pucuk pimpinan Perum Perindo yang berwenang mengajukan kuota impor ikan diduga membantu PT NAS mendapat proyek tersebut.
 
Kongkalikong pengurusan proyek berawal saat seorang mantan pegawai Perum Perindo mengenalkan Mujib dengan Risyanto. Mujib dan Risyanto kemudian membicarakan kebutuhan impor.
 
Mujib dan Risyanto kembali bertemu pada Mei 2019. Dalam pertemuan itu, disepakati Mujib mendapat kuota impor ikan sebanyak 250 ton dari kuota impor Perum Perindo yang disetujui Kemeterian Perdagangan (Kemendag).
 
Setelah 250 ton ikan diimpor PT NAS, ikan-ikan di karantina dan disimpan di cold storage milik Perum Perindo. Berdasarkan keterangan Mujib, itu dilakukan buat mengelabui otoritas berwenang agar seolah-olah Perindo yang mengimpor.
 
Mujib kembali bertemu Risyanto di salah satu lounge hotel di Jakarta Selatan pada 16 September 2019. Dalam pertemuan tersebut, Risyanto menanyakan kesanggupan Mujib menyiapkan 500 ton untuk kuota impor ikan tambahan pada Oktober 2019.
 
Risyanto juga menyampaikan permintaan uang US$30 ribu atau setara Rp400 juta lebih kepada Mujib buat keperluan pribadi. Risyanto meminta Mujib menyerahkan uang melalui perantara, Adhi Susilo, yang menunggu di lounge hotel.
 
Risyanto dan Mujib lagi-lagi betemu di salah satu cafe di Jakarta Selatan, pada 19 September 2019. Mujib menyampaikan daftar kebutuhan impor ikan kepada Risyanto dalam bentuk tabel berisi Informasi jenis ikan dan jumlah, termasuk komitmen fee yang akan diberikan kepada pihak Perum Perindo untuk setiap kilogram ikan impor.
 
Mujib selaku penyuap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Risyanto selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif