Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Teroris JI Sebar Radikalisme Berkedok Pengajian

Nasional terorisme
Cindy • 16 Juli 2019 16:11
Jakarta: Kelompok teroris Jamaah Islamiah (JI) menyebarkan radikalisme berkedok pengajian. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pola pendekatan itu khas dipakai kelompok JI.
 
"Di beberapa wilayah memang seperti itu. Karena dia menilai pahamnya paling benar," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.
 
Kelompok JI juga menggunakan media massa untuk menyebar propaganda. Dedi menyebut beberapa media yang dimiliki JI tak terdaftar di Dewan Pers.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia punya media sendiri. Ada beberapa media yang tidak terdaftar di Dewan Pers digunakan untuk propaganda dan menyebarkan narasi-narasi," ucap Dedi.
 
Dedi menuturkan kelompok JI menggunakan pendekatan lebih santun dibanding Jamaah Ansarut Daulah (JAD). Mereka merekrut anggota yang memiliki kemampuan dan kualitas.
 
(Baca juga:Pengaruh Kelompok Jamaah Islamiyah Paling Kuat di Jabar)
 
"Ini lebih soft dan silent. Kelompok yang direkrut mereka cukup efektif untuk penguatan organisasi mereka. Mereka merekrut bukan secara kuantitas tetapi secara kualitas jauh lebih dibutuhkan mereka," ungkap Dedi.
 
Polisi mengungkapkan pimpinan JI, PW, memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk membiayai jaringan terorisnya. PW memiliki usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan dan Sumatra.
 
"Perkebunan sawit itu menghasilkan uang untuk membiayai aksi, membiayai organisasi, dan membiayai gaji daripada pejabat atau orang di dalam struktur Jaringan JI," beber Dedi, Senin, 1 Juli 2019.
 
Dedi menuturkan, pejabat di dalam struktur jaringan JI digaji Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan. Mereka aktif membangun ekonomi, merekrut peserta, dan membuat pelatihan untuk membangun khilafah di Indonesia.
 
PW pernah memberangkatkan enam kelompok anggotanya untuk pelatihan di Suriah. Dana yang dibutuhkan untuk keberangkatan tersebut diambil dari hasil perkebunan kelapa sawit.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif