Presiden Joko Widodo mengangkat Enny Nurbaningsih sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK)--Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Presiden Joko Widodo mengangkat Enny Nurbaningsih sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK)--Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Enny Berkomitmen Perkuat Peradilan Konstitusi

Achmad Zulfikar Fazli • 13 Agustus 2018 16:40
Jakarta: Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Enny Nurbaningsih berkomitmen memperkuat peradilan konstitusi. Sehingga, MK bisa memberikan keadilan buat semua masyarakat.
 
"Saya sekarang jadi bagian dari hakim MK, otomatis harus bersikap melakukan penguatan bagaimana menangguhkan peradilan konstitusi itu, dia harus independen, imparsial dan adil, itu prinsip pokoknya,"  kata Enny di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 13 Agustus 2018.
 
Menurut dia, hakim konstitusi harus independen dan adil dalam menangani semua gugatan, tanpa terkecuali. Sehingga, masyarakat bisa betul-betul merasakan hasil produk konstitusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Adil itu harus dirasakan semua masyarakat, adil dalam pengertian keadilan di masyarakat juga harus kita pertimbangkan," ucap dia.
 
Enny merupakan bekas Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham. Dia ikut terlibat dalam penyusunan UU Antiterorisme dan RKUHP.
 
Baca: Kepala BPHN Kemenkumham Gantikan Hakim Maria di MK
 
Ia pun memastikan tugasnya terdahulu tak akan menjadi hambatan bagi dirinya untuk menjadi Hakim MK. Ia sadar menjadi hakim MK harus bangalore principles dan titik utamanya ialah independensi.
 
"Jadi independensi, imparsial, adil itu kunci-kunci pokoknya. Kalau bisa melakukan itu, kita bisa menanggalkan di posisi mana kita berada," pungkas dia.
 
Enny diangkat menjadi hakim MK menggantikan Hakim Maria Farida yang pensiun per 13 Agustus 2018. Enny dipilih oleh Presiden melalui tim panitia seleksi hakim MK.
 
Guru besar hukum tata negara Universitas Gajah Mada itu menyingkirkan dua kandidat lainnya yang diserahkan tim pansel kepada Jokowi. Keduanya yakni profesor hukum tata negara Universitas Islam Indonesia Ni'matul Huda, dan dosen senior Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Susi Dwi Harijanti.
 
(YDH)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif