MA Diharap Cetak Artidjo Baru
Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Artidjo Alkostar. Foto: Antara/Widodo S Jusuf.
Jakarta: Mahkamah Agung (MA) diharap bisa mencetak hakim agung tegas untuk menggantikan Artidjo Alkostar. Ini dibutuhkan karena vonis Artidjo membuat takut para terdakwa kasus korupsi.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menilai Artidjo adalah sosok penting pada pemberantasan korupsi. KPK pun ingin hakim lain memiliki ketegasan yang sama seperti Artidjo.

"Saya percaya masih banyak orang baik di MA, masih banyak hakim yang menjaga independensi, imparsialitas dan punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Publik pasti menunggu komitmen tersebut," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.


Febri mengaku KPK dan Artidjo sempat berbeda pendapat tentang posisi justice collaborator (JC) pada kasus korupsi. Dalam vonisnya, Artidjo sempat membatalkan status JC terdakwa korupsi yang sudah disetujui KPK.

Namun, Lembaga Antirasuah tetap menghormati Artidjo sebagai hakim agung. "Karena kasus yang ditangani dan vonis yang dijatuhkan yang dipandang memberikan efek jera," ungkap Febri.

Artidjo mengakhir masa pengabdian sebagai hakim agung di MA. Pria kelahiran Situbondo, Jawa Timur, 22 Mei 1949, itu memasuki masa purnabaktinya per Selasa kemarin.

Baca: Hakim Agung Artidjo Alkostar Pensiun

Dia telah genap 70 tahun. Berdasarkan Pasal 11 huruf b Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang MA, ketua, wakil ketua, ketua muda MA, dan hakim agung diberhentikan dengan hormat dari jabatannya oleh presiden atas usulan MA bila telah berusia 70 tahun.

Alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu dikenal aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Dia juga mendirikan kantor hukum Artidjo Alkostar and Associates yang fokus terhadap pembelaan masyarakat terpinggirkan dan hak asasi manusia.

Karier menjadi hakim agung dimulai sejak 2000. Saat itu, Artidjo diminta bergabung dengan MA oleh Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra.

Selama 18 tahun berkarier menjadi hakim agung, Artidjo dikenal garang mengadili kasus tindak pidana korupsi. Terakhir, Artidjo adalah salah satu hakim yang mengadili peninjauan kembali kasus penistaan agama mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).



(OGI)