Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SMKN 1

Christian • 15 Agustus 2022 13:11
Jakarta: Polsek Sawah Besar tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan terhadap RH, siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jakarta, Jalan Budi Utomo, Sawah Besar. Penganiayaan itu diduga dilakukan guru.
 
"Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan," kata Kapolsek Sawah Besar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Patar Mula Bona, saat dihubungi Medcom.id, Senin, 15 Agustus 2022. 
 
Bona mengatakan kepolisian akan memanggil pihak sekolah untuk mengenai kasus ini. Korban baru melaporkan kasus penganiayaan tersebut pada Sabtu 13 Agustus 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hari ini pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Kita baru melakukan pemeriksaan terhadap korban dan kawannya sebagai saksi," ucap dia.
 
Dalam kesempatan berbeda, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Jakarta Pusat, Siti Hajar, telah mengetahui ada peristiwa yang menimpa siswanya, RH. Dia sudah memanggil pihak guru untuk menanyakan peristiwa tersebut.
 
"Iya saya sudah tahu akan kejadian tersebut. Kita sudah panggil pihak guru yang bersangkutan," ujar Siti Hajar. 
 
Sementara itu, orang tua RH, Ramdhani, mengatakan pihaknya sudah membuat laporan ke Polsek Sawah Besar. RH yang duduk di kelas XII itu mengalami memar pada bagian mata sebelah kanan. 
 
"Kejadian penganiayaan itu pada hari Jumat 12 Agustus 2022. Anak saya juga sudah divisum di RSCM dan buat laporan," kata dia.
 
Ramdhani mengatakan anaknya dianiaya guru olahraga di dalam sekolah. Kejadian tersebut berawal saat RH yang dituduh memalak adik kelasnya.
 
"Guru HT tersebut memanggil anak saya, kemudian dia menanyakan. Anak saya tidak merasa melakukan hal tersebut, dijawab tidak ada dia melakukan hal tersebut," ucap dia.
 

Baca: Penganiayaan Napoleon Disebut Bakal Diingat M Kece Seumur Hidup


Setelah anaknya menjawab tidak tahu, terang dia, guru tersebut langsung menampar RH. Tidak hanya itu, RH dipukul pada bagian dada dan dibalikkan badannya hingga diinjak. 
 
"Didorong juga ke lemari, ditarik ke belakang sampai tersungkur di lantai kemudian diinjak. Pada akhirnya pelipis anak saya bengkak sampai matanya itu. Karena diinjak bagian kepala," ujar dia. 
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif