Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Tanah Milik Tersangka Korupsi LPEI Disita Kejagung

Siti Yona Hukmana • 11 Februari 2022 12:48
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita aset JD, tersangka dugaan korupsi penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Tahun 2013-2019. Aset itu berupa tiga bidang tanah seluas 16.360 meter persegi.
 
"Penyitaan tiga bidang tanah tersebut telah mendapatkan penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sukoharjo yang pada pokoknya memberikan izin kepada penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah di Kabupaten Sukoharjo," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 Februari 2022.
 
Izin penyitaan aset itu sesuai Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sukoharjo Nomor: 30/Pen.Pid/2022 /PN.Skh tanggal 10 Februari 2022. Aset tersangka JD, yaitu satu bidang tanah sesuai Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan nomor 736 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, dengan luas 5.195 meter persegi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, satu bidang tanah sesuai SHM dengan nomor 344 yang terletak di Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, seluas 5.200 meter persegi. Lalu, satu bidang tanah sesuai SHM dengan nomor 212 yang terletak di Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, dengan luas 5.965 meter persegi.
 
"Terhadap aset-aset tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," kata Leonard.
 
Baca: Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di LPEI
 
Kejagung menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi pada LPEI Tahun 2013-2019. Keduanya, yakni JD selaku Owner Johan Darsono Grup dan S selaku swasta (Direktur PT Mulia Walet Indonesia, Direktur Jasa Mulya Walet, dan PT Borneo Walet Indonesia).
 
Atas perbuatan rasuah itu negara disebut mengalami kerugian mencapai Rp2,6 triliun. Kedua tersangka dijerat Pasal 3 jo. Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif