Mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Solihah. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Solihah. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Eks Direktur Keuangan PT Jasindo Divonis 4 Tahun Penjara

Nasional KPK Kasus Suap kasus korupsi Pemberantasan Korupsi jasindo
Fachri Audhia Hafiez • 18 Januari 2022 13:46
Jakarta: Mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Solihah, divonis empat tahun penjara. Dia juga dikenakan denda pidana Rp200 juta subsider satu bulan kurungan.
 
"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Hukuman itu sesuai dengan tuntunan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hanya saja subsider pidana denda lebih berat tuntutan jaksa, yakni tiga bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Solihah juga dikenakan membayar uang pengganti sebesar USD50 ribu atau setara dengan Rp483.700.000. Uang itu mesti diganti maksimal satu bulan setelah putusan pidana berkekuatan hukum tetap.
 
"Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk menutupi pembayaran uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama tiga bulan," ujar Fahzal.
 
Solihah terbukti melakukan korupsi dengan merekayasa kegiatan agen dan melakukan pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif atas nama, Supomo Hidjazie, dalam penutupan asuransi aset dan kontruksi pada BP Migas-KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Tahun 2012-2014.
 
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Direktur Pemasaran PT Asuransi Jasindo periode 2008-2011 sekaligus Direktur Utama PT Asuransi Jasindo 2011-2016, Budi Tjahjono. Keduanya telah diperkaya dari rekayasa tersebut.
 
Solihah terbukti mendapat keuntungan USD50 ribu; Budi sejumlah USD462.795,31, dan Supomo USD136,96. Perbuatan mereka telah merugikan keuangan negara sekitar USD766,955.97 atau Rp7.584.102.194,51.
 
Baca: Pemilik PT AMS Dituntut 5 Tahun Penjara di Kasus Jasindo
 
Hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang memberangkatkan dan meringankan tuntutan. Hal yang memberangkatkan, dia tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.
 
"Terdakwa tidak mengakui perbuatannya, mendapatkan uang dari komisi agen, dan belum mengembalikan uang yang diperolehnya," ucap Fahzal.
 
Sedangkan, hal yang meringankan Solihah bersikap sopan dan koorperatif. Lalu, sebagai sebagai tulang punggung keluarga atau sebagai orang tua tunggal dari kedua putrinya.
 
Solihah dianggap terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Vonis itu sesuai dengan dakwaan alternatif pertama JPU KPK.
 
JPU KPK beserta Solihah menyatakan pikir-pikir terhadap vonis tersebut. Mereka memiliki waktu tujuh hari untuk menyikapi vonis itu sebelum menyatakan menerima atau banding terhadap hukuman tersebut.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif