Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Permohonan PAW Harun Masiku Tak Sesuai Prosedur

Nasional kpu pdip OTT KPK
Zaenal Arifin • 13 Januari 2020 17:20
Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengungkapkan PDI Perjuangan menyalahi beberapa aturan terkait permohonan penggantian antarwaktu (PAW) calon anggota legislatif daerah pemilihan Sumatra Selatan I. KPU menolak mengganti Riezky Aprilia dengan Harun Masiku sebagai anggota DPR.
 
"Dari sisi prosedur tidak tepat. Dari sisi substansi juga tidak tepat. Itu yang membuat kenapa KPU tidak memenuhi permohonan partai tersebut," kata Pramono di kantor sementara KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin, 13 Januari 2020.
 
Pramono mengungkapkan dari sisi prosedural partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu mengajukan permohonan PAW tidak melalui pimpinan DPR, tetapi langsung ke KPU. Pramono menjelaskan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 dan Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur prosedur PAW caleg terpilih yang sudah ditetapkan KPU melalui DPR. Sementara PAW caleg terpilih yang belum ditetapkan KPU bisa dikirimkan permohonannya ke KPU.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PDI Perjuangan juga dinilai salah memaknai aturan PAW. "Kalaupun Riezky Aprillia itu mau di-PAW, maka yang berhak bukan nomor urut perolehan suara terbanyak kelima, tapi nomor yang berikutnya yakni Hermadi Jufri," jelas Pramono.
 
PDI Perjuangan meminta KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sumsel 1 menggantikan Nazarudin Kiemas. Nazarudin meninggal pada 26 Maret 2019 sebelum hari pencoblosan pemilu pada 17 April 2019.
 
Berbekal Putusan MA Nomor 57 P/HUM/2019, PDI Perjuangan meminta posisi Nazarudin yang mendapat suara terbanyak diberikan pada Harun Masiku (caleg nomor urut 6) yang perolehan suaranya sangat sedikit. Permintaan itu ditolak KPU pada 31 Agustus 2019. KPU menilai caleg yang meraih suara terbanyak kedua, Riezky Aprilia yang berhak menempati posisi yang ditinggalkan Nazarudin dan maju ke Senayan.
 
Riezky Aprilia memperoleh 44.402 suara dalam Pemilihan Legislatif 2019. Sedangkan Harun Masiku memperoleh 5.878 suara.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif