Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Pengacara Penyerang Hakim Terancam 2 Tahun Penjara

Nasional penyerangan
Siti Yona Hukmana • 20 Juli 2019 07:44
Jakarta: Pengacara Tomy Winata, Desrizal (D), resmi ditahan Polres Metro Jakarta Pusat. Dia terancam dua tahun penjara.
 
"Telah ditahan malam ini ya. Dia disangka melanggar Pasal 351 dan atau Pasal 212 KUHP, ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat 19 Juli 2019.
 
Menurut Harry, profesi Desrizal sebagai advokat tak menghalangi upaya penegakan hukum polisi. Korps Bhayangkara memastikan setiap orang berkedudukan sama di mata hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini proses pidana, barang siapa yang melakukan perbuatan pidana ada ancaman hukumannya. Saudara D ini adalah melakukan kegiatan penganiayaan dan ancaman hukumannya dua tahun delapan bulan," pungkas Harry.
 
Baca: Pengacara Penyerang Hakim Terancam Kehilangan Profesi
 
Hakim Ketua Majelis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Soenarso menjadi korban penyerangan pengacara. Peristiwa itu terjadi saat persidangan di Ruang Sidang Subekti, Kamis, 18 Juli 2019 pukul 15.30 WIB.
 
Akibat penyerangan itu, Soenarso mengalami luka memar dan sakit di kening sebelah kiri akibat sabetan ikat pinggang. Kasus ini dilaporkan Sunarso ke Polres Metro Jakarta Pusat. Laporannya teregistrasi dengan nomor LP/1283/K/VII/2019/RESTROJAKPUS.
 
Humas PN Jakpus Makmur menjelaskan, kejadian itu bermula ketika majelis hakim membacakan putusan pada bagian pertimbangan yang mengurai petitum yang digugat Desrizal yang saat itu menjadi pengacara pihak penggugat Tomy Winata. Kemudian, Desrizal berdiri dari kursi dan melangkah ke hadapan majelis hakim.
 
"D kemudian menarik ikat pinggang dan tali itu digunakan oleh pelaku D untuk melakukan penyerangan kepada majelis hakim yang bacakan putusan," kata Makmur saat menggelar konferensi pers di PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Menurut dia, penyerangan itu mengenai dahi Soenarso selaku ketua majelis dan sempat mengenai Duta Baskara selaku hakim anggota satu. Setelah itu, Desrizal diamankan oleh pihak keamanan PN Jakarta Pusat.
 
Peristiwa itu terjadi saat persidangan perkara wanprestasi di ruang sidang Subekti, PN Jakpus. Perkara nomor 223/pdt.G/2018/JKT.PST itu teregistrasi pada 17 April 2019. Pihak penggugat ialah TW. Sementara itu, pihak tergugat ialah PT GWP.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif