Ilustrasi KPK. Foto: MI.
Ilustrasi KPK. Foto: MI.

Saksi Suap Gubernur Kepri Diperiksa di Polres Balerang

Nasional kasus suap
Juven Martua Sitompul • 11 Oktober 2019 13:55
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyidik kasus dugaan suap yang menjerat Gubernur nonaktif Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun. Tujuh saksi diperiksa.
 
“KPK melanjutkan proses pemeriksaan sejumlah saksi hari ini di Polres Barelang,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Ketujuh orang yang diperiksa, yakni Direktur PT Dian Cipta Jaya, A Lim Al A Boi; Direktur Utama PT Batam Steel Indonesia, Jimmy Lee; dan Direktur PT Citra Mandiri Terminal yang juga Direktur Citra Shipyard, Jovan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Direktur PT Putra Flonara Perkasa, U Lai; Direktur PT Batam Lestari yang juga Direktur Kepri Fantasy Resort, Iskandar Tio; Direktur PT Citra Kelong Barelang, Dju Hiang; dan Direktur PT Cipta Karya Maritim, Ardra Teja Bhaswara.
 
KPK menetapkan Nurdin tersangka penerima suap bersama dua pihak lain, yakni Edy Sofyan dan Budi Hartono. Sedangkan Abu Bakar ditetapkan sebagai pemberi suap.
 
Keempatnya diduga terlibat praktik rasuah terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri Tahun 2018-2019. Nurdin cs diduga menerima suap secara bertahap.
 
Pemberian pertama terjadi pada 30 Mei 2019, SGS5.000 dan Rp45 juta. Kemudian pemberian selanjutnya terjadi pada 10 Juli 2019, Abu Bakar memberikan tambahan uang SGD6000 kepada Nurdin melalui Budi.
 
Nurdin dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Sementara, Edy dan Budi dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Abu Bakar dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif