Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD--Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD--Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Mahfud MD: Hoaks dan Terorisme Berbahaya

Nasional hoax
Ilham Pratama Putra • 24 Maret 2019 15:56
Jakarta: Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, geram dengan keberadaan berita bohong atau hoaks. Dia bahkan menyebut pelaku penyebar hoaks bisa diganjar undang-undang terorisme.
 
Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, mengatakan ucapan Wiranto belum tertera dalam undang-undang.
 
"Saya belum menemukan dalilnya. Saya cari-cari sih teroris itu kan satu tindakan kekerasan. Enggak tahu ya kalau Pak Wiranto, tim ahli hukumnya menemukan pembuat hoaks dianggap teroris ya silakan," kata Mahfud di Hotel Treva, Jakarta Pusat, Minggu 24 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan hoaks maupun terorisme sama-sama membahayakan masyarakat. Namun, setiap tindak pidana, miliki definisi dan unsurnya masing- masing.
 
Baca: Penyebar Hoaks Tak Bisa Dijerat dengan UU Terorisme
 
Lebih lanjut, sejatinya Mahfud setuju dengan apa yang dikatakan Wiranto. Dia sepakat berita bohong berbahaya, dan pelakunya harus dipidana. "Tapi bila hoaks itu berbahaya, iya. Dan hukumannya bisa 10 tahun penjara," ujar Mahfud.
 
Sebelumnya, Wiranto geram dengan marak dan masifnya penyebaran berita bohong atau hoaks. Ia menilai pelaku penyebar hoaks tak ubahnya seperti teroris yang sama menimbulkan keresahan dan ketakutan di tengah-tengah masyarakat.
 
"Terorisme itu kan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Kalau masyarakat diancam dengan hoaks untuk tidak ke TPS, itu sudah terorisme," ujar Wiranto usai memimpin rapat koordinasi persiapan keamanan kampanye terbuka Pemilu 2019 di kantornya kemarin Rabu, 20 Maret 2019.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif