Delapan Lokasi Terkait Kasus Pakpak Bharat Digeledah

Antara 21 November 2018 08:56 WIB
ott kpk
Delapan Lokasi Terkait Kasus Pakpak Bharat Digeledah
Juru bicara KPK Febri Diansyah/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah beberapa lokasi terkait. Penggeledahan terkait kasus suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Tahun Anggaran 2018.

"Selama dua hari, Senin (19 November 2018) ampai Selasa (20 November 2018) dalam proses penyidikan suap terhadap Bupati Pakpak Bharat, KPK lakukan penggeledahan di delapan lokasi di Medan dan Kabupaten Pakpak Bharat," kata juru bicara KPK Febri Diansyah seperti dilansir Antara, Rabu, 21 November 2018.

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Mereka ialah Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat Davidson Anderson Karosekali, dan seorang pihak swasta Hendriko Sembiring.


Baca: Remigo Diduga Pakai Duit Suap buat Mengamankan Kasus Istri

Penggeledahakan dilakukan di Medan dan Pakpak Bharat. Di Medan, KPK menggeledah rumah David, Remigo, dan kantor serta rumah Hendriko di kawasan Medan. KPK juga menggeledah kantor bupati Pakpak Bharat, kantot Dinas PUPR, dan rumah di Desa Salak, serta kediaman Hendriko di Kabupaten Pakpak Bharat. Penyidik menyita dokumen proyek, barang bukti elektronik berupa handphone, CCTV, dan dokumen transaksi perbankan.  

"KPK juga menemukan uang Rp55 juta dari kantor bupati yang kami duga berasal dari salah satu kepala dinas di Pakpak Bharat dan terkait dengan perkara ini," beber Febri.

Baca: Kronologi Penangkapan Bupati Pakpak Bharat

Ketiga tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 199  sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 52 ayat (1) KUHP.

Mereka diancam hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup serta denda minimal Rp200 juta maksimal Rp1 miliar akibat diduga menerima janji atau hadiah. Remigo diduga menerima Rp550 juta.

Uang diberikan bertahap. Pada 16 November 2018, ia menerima Rp150 juta dan pada 17 November 2018 sebesar Rp400 juta.

"Uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan pribadi Bupati, termasuk untuk mengamankan kasus yang melibatkan istrinya yang saat ini sedang ditangani penegak hukum di Medan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Minggu 18 November 2018.

Baca: Remigo dan Dua Temannya Langsung Ditahan

Pemberian uang Rp150 juta dari David itu diduga terkait fee dari mitra yang mengerjakan proyek di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat. Remigo diduga menginstruksikan kepala dinas mengamankan semua pengadaan proyek pada dinas masing-masing.

Remigo juga menerima pemberian lain terkait proyek di Pemkab Pakpak Bharat. Pemberian dilakukan melalui para perantara dan orang dekatnya yang bertugas mengumpulkan dana.





(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id