Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK
Firman Wijaya. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Jakarta: Jaksa KPK dituding berimajinasi saat membuat surat dakwaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto. Tim kuasa hukum Novanto juga mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.
 
Firman Wijaya selaku kuasa hukum tersangka korupsi KTP-el Setya Novanto mengatakan, ada beberapa hal yang tertuang dalam surat dakwaan tidak dapat dipahami. Dia menuding jaksa KPK berimajinasi dalam membuat dakwaan.
 
"Ada beberapa imajinasi di dalam dakwaan itu yang belum bisa kami pahami. Apakah itu berdasarkan fakta atau tidak," kata Firman di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Desember 2017.
 
Novanto ditetapkan sebagai tersangka karena perbuatannya diduga kuat merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun. Ketua Umum Partai Golkar nonaktif ini juga dianggap meraup keuntungan sekitar USD7,3 juta dari proyek bernilai Rp5,9 triliun.

Baca: Pembacaan Dakwaan Novanto bukan Hal Spesial   

Namun, Firman tak menjelaskan secara detail bagian dakwaan Novanto yang keliru. Dia hanya menilai lembaga Antirasuah seharusnya menuangkan fakta-fakta dalam dakwaan kliennya disertai bukti-bukti dalam persidangan terdakwa sebelumnya.
 
"Dalam mendeskripsikan sebuah fakta itukan cara sajikan peristiwa hukum yang mungkin harus diuji kebenarannya, ada bukti pendukungnya," ujar dia.
 
Firman mengatakan, tim kuasa hukum Novanto siap menghadapi sidang perdana perkara korupsi KTP-el dengan agenda pembacaan dakwaan yang digelar besok. Dia berharap KPK memperhatikan kondisi Novanto sebelum menjalani sidang perdananya.
 
"Kita berharap kesehatan beliau jadi perhatian penting dari pimpinan KPK," pungkas Firman.
 
Novanto hari ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo (ASS). Usai diperiksa, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR itu memilih bungkam dan menolak berkomentar soal kesiapannya menjalani sidang besok.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id