Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI

KPK Kritik Unnes Sanksi Mahasiswa karena Laporkan Rektor

Nasional kpk kasus korupsi Pendidikan Tinggi
Fachri Audhia Hafiez • 17 November 2020 09:07
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkritik Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang memberi sanksi kepada mahasiswa Frans Josua Napitu. Frans melaporkan Rektor Unnes Fathur Rokhman ke KPK terkait dugaan korupsi.
 
"KPK menyayangkan Rektor Unnes yang telah mengembalikan pembinaan mahasiswanya kepada orang tuanya," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Selasa, 17 November 2020.
 
Ghufron menegaskan masyarakat memiliki hak melaporkan dugaan tindak pidana korupsi. Hak tersebut juga dilindungi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasal 41 ayat 1 Undang-undang Tipikor yang secara jelas menegaskan bahwa masyarakat dapat berperan serta membantu upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi," terang dia.
 
Selain itu, lanjut Ghufron, negara menyediakan penghargaan bagi masyarakat yang berani melapor dugaan rasuah. Hadiah ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan serta Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
"Jika ada pihak aparatur sipil negara (ASN) yang memberikan sanksi atas pelaksanaan hak dan kewajibannya dalam berperan serta dalam pemberantasan korupsi, hal tersebut sangat disayangkan," ucap Ghufron.
 
Fakultas Hukum Unnes mengembalikan Frans ke orang tua selama enam bulan untuk mendapatkan pembinaan moral karakter. Mahasiswa semester sembilan itu dinilai telah menurunkan reputasi Unnes karena melaporkan rektor ke KPK.
 
Rektor Unnes Fathur Rokhman juga sempat disorot pada Februari 2020. Dia menon-aktifkan salah seorang dosen tudingan penghinaan presiden. Dosen tersebut juga balik menuding Fathur melakukan plagiat. Kasus tersebut mendapat perhatian khusus dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif