Humas Mahkamah Agung Suhadi,--Foto: MTVN/Dheri Angriesta
Humas Mahkamah Agung Suhadi,--Foto: MTVN/Dheri Angriesta

Yayasan Supersemar Soeharto Diminta Bayar Ganti Rugi ke Negara

Nasional supersemar
Dheri Agriesta • 11 Agustus 2015 18:07
Metrotvmews.com, Jakarta: Mahkamah Agung (MA) telah mengambil putusan terkait PK 140/PK/PDT/2015 pada tanggal 8 Juli 2015. Putusan itu mengabulkan permohonan PK 1 dari Presiden RI yang diwakili Jaksa Agung dan menolak PK 2 dari Yayasan Supersemar.
 
"Membatalkan putusan kasasi yang terdahulu, kemudian conform dengan putusan judek yuris, kasasi kecuali tentang besarnya ganti rugi, ada salah ketik, ada digit yang hilang, kemudian dibenarkan dalam PK, yaitu menghukum termohon PK atau Lembaga (Yayasan) Supersemar dengan ganti rugi sebesar US$315 juta dan Rp139,2 miliar kepada negara," kata Humas MA Suhadi di Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2015).
 
Suhadi menjelaskan, proses perkara baik kasasi maupun PK setelah melalui koreksi akan dikirimkan kembali ke PN yang mengajukan, dalam kasus ini PN Jaksel. PN Jaksel, kata dia, akan memberitahu pihak berpekara, pemohon dan termohon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah itu, PN Jaksel akan memberikan kesempatan kepada pihak yang kalah untuk memenuhi isi putusan yang telah dikeluarkan MA. Jika pihak yang menang merasa belum mendapatkan haknya, mereka bisa meminta PN untuk melakukan eksekusi.
 
"Jika memenuhi syarat, Ketua PN akan mengeluarkan surat eksekusi. Perlu dijelaskan dalam perkara ini ada dua tergugat, pertama, HM Soeharto; kedua, Yayasan Supersemar. Jadi yang dihukum adalah Yayasan Supersemar," jelas Suhadi.
 
Ia menjelaskan, eksekusi yang dilakukan PN Jaksel berdasarkan detail yang ada di dalam putusan. Nantinya ekseskusi akan dilakukan oleh jaksa.
 
Suhadi menyebut, PK hanya dapat dilakukan satu kali. Sebab itu, putusan PK tak dapat diajukan PK kembali kepada MA.
 
"PK adalah menurut MA, hanya satu kali, baik pidana maupun perdata. Putusan PK gak boleh diajukan PK," tandas dia.
 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif