Pakar hukum tata negara Refly Harus memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Pakar hukum tata negara Refly Harus memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Bantah Memancing Gus Nur, Refly Harun Sebut Pertanyaan Terkait NU Normal

Nasional nahdlatul ulama ujaran kebencian
Kautsar Widya Prabowo • 03 November 2020 12:29
Jakarta: Pakar hukum tata negara sekaligus YouTuber Refly Harun memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Dia diperiksa terkait ujaran kebencian pada Nahdlatul Ulama (NU) yang menyeret Sugi Nur Raharja alias Gus Nur.
 
Kasus ini bermula dari wawancara Refly dengan Gus Nur bertajuk "Setengah Jam dengan Gus Nur, Isinya Kritik Pedas Semua!!". Refly mengaku pertanyaan ihwal perkembangan NU bersifat umum.
 
"Salahnya di mana gitu loh? Karena ketika orang lain yang nanya, ya dia (Gus Nur) akan jawab yang sama. Kalau namanya mancing itu adalah dia terjebak," ujar Refly di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 3 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Refly membantah sengaja memancing Gus Nur. Dia menyebut tudingan menjebak Gus Nur dibuat-buat salah satu media massa daring.
 
"Coba (lihat) video-video lain yang jauh lebih keras dari itu, ya banyak," tutur dia.
 
Refly meminta masyarakat tidak buru-buru menilai wawancara bersama Gus Nur mengandung ujaran kebencian. Apalagi, wawancara tidak hanya membahas perihal NU.
 
(Baca: Anak Gus Nur Diduga Terlibat dalam Pembuatan Video Penghinaan)
 
"Bicara banyak hal dan metode (wawancara) adalah dia bertanya dulu lalu kemudian saya bertanya," tutur dia.
 
Dia juga mengingatkan proses hukum Gus Nur masih bergulir. Masyarakat diminta menerapkan azas praduga tidak bersalah.
 
"Sekarang baru penyidikan, nanti kalau komplet ke Kejaksaan, ke pengadilan, proses persidangan. Jadi enggak boleh kita anggap pasti salah dan tidak salah," ujar dia.
 
Gus Nur ditetapkan sebagai tersangka terkait ujaran kebencian kepada NU. Dia ditangkap lantaran telah menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta penghinaan.
 
Gus Nur dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Rabu, 21 Oktober 2020. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/0596/X/2020/Bareskrim.
 
Gus Nur dipersangkakan Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor (UU) 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 310, 311 dan 207 KUHP.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif