Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez

Dua Pegawai Koperasi Diperiksa Bongkar Korupsi di Kemenag

Nasional kpk kementerian agama kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 08 Oktober 2020 12:10
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang atau jasa di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Tahun 2011. Keduanya, mantan pegawai Koperasi Smart Budi Sumartono dan Ana Nuraini.
 
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka USM (mantan pejabat pembuat komitmen Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Undang Sumantri)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Ali belum membeberkan keterkaitan Budi dan Ana dengan tersangka Undang. Namun, keterangan keduanya dibutuhkan penyidik untuk membongkar rasuah di Kemenag.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Undang ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pengembangan perkara yang menjerat mantan anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendy Prasetia. KPK menetapkan Undang sebagai tersangka pada Senin, 16 Desember 2019.
 
(Baca: Kemenag Berbenah Setelah Undang Jadi Tersangka)
 
Undang diduga melakukan korupsi di dua proyek di Kemenag. Dia mencari untung dari pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk madrasah sanawiah.
 
Kemudian, pengadaan sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi untuk madrasah sanawiah dan madrasah aliah di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama pada 2011.
 
Kerugian negara di kedua kasus ini diperkirakan mencapai Rp16 miliar. Rinciannya, pengadaan peralatan laboratorium komputer untuk madrasah sanawiah negara merugikan negara Rp12 miliar. Sedangkan pengembangan sistem komunikasi mencapai Rp4 miliar.
 
Undang dijerat Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif