ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Polisi Memelototi Whatsapp

Nasional hoax
Kautsar Widya Prabowo • 14 Juni 2019 22:12
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Siber Polri memberi perhatian serius pada media komunikasi whatsapp (WA). Mengingat medium berkomunikasi ini banyak disalahgunakan menyebar berita bohong atau hoaks, menyusul tertangkapnya YM,32, tersangka penyebaran berita bohong melalui WA.
 
"Mereka kan berpikir menyebarkan hoaks di Grup Whatsapp itu lebih aman dibandingkan di media sosial, karena itu kami melakukan patroli siber di grup-grup Whatsapp juga selain di media sosial," kata Kepala Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul di Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019.
 
Baca Juga:Menkominfo Ajak Masyarakat Bijak Menggunakan Medsos

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, karena pola pikir ini, peredaran hoaks lebih dominan di Grup Whatsapp jika dibandingkan di media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Ricky melihat belakangan WA mulai digandrungi pihak tak bertanggung jawab dalam penyebaran berita bohong.
 
Dengan demikian, patroli siber dengan menyasar Group WA menjadi relevan. Ia mengklaim tindakan itu juga tidak melanggar Undang-Undang (UU) apapun.
 
"(Apakah) WA itu rahasia negara, rahasia konsumen, ada UUnya yang bersifat pribadi ?, berarti bukan perlindungan kousumen. Kan belum ada yang mengatur itu. Lagipula hoaks ini masif beredar di Grup WA," jelasnya.
 
Ricky menyebut patroli siber WA memang diinisiasi pascapemilu. Tujuannya agar menekan penyebaran hoaks di tengah masyarakat. Namun bukan tak mungkin hal ini dilakukan terus-menerus.
 
Baca Juga:Penyebar Hoaks Konspirasi Luhut dan Kapolri Diringkus
 
"Bisa saja setelah Pilpres nanti, ada hoaks-hoaks lain yang beredar yang menyerang pemerintah atau menyerang secara personal. Itu akan jadi pertimbangan kami untuk diteruskan nanti," tuturnya.
 
Kendati demikian, korps bhayangkara tidak secara membabi-buta dalam melakukan patroli siber ke WA milik masyarkat. Patroli hanya dilakukan jika terdapat laporan masyarakat, adanya penyebaran berita bohong melalui WA.
 
"Direktorat Siber melakukan patroli siber group yang telah terindikasi menyebarkan berita-berita bohong. Secara teknisnya seperti apa tidak kita sampaikan disini karena itu merupakan bagian dari teknik penyidikan dan penyelidikan kami," tuturnya.
 
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media WhatsApp. Tidak menyebarkan berita dan informasi yang dirasa belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
 
"Supaya tidak terulang kembali kami sampaikan bahwa Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tidak akan pernah berhenti menindak tegas pelaku yang menyebarkan, mendistribusikan, bahkan juga membuat," pungkasnya.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif