Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jafar Hafsah Diusut Soal Korupsi KTP-el

Nasional korupsi e-ktp
Juven Martua Sitompul • 01 Juli 2019 11:41
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Jafar Hafsah. Dia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el).
 
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (anggota Komisi VIII DPR Markus Nari)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.
 
Penyidik juga memanggil adik mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, Azmin Aulia selaku direktur PT Gajendra; dan mantan Sales Director PT Oracle Indonesia, Tunggul Baskoro. Karyawan swasta bernama Muda Ikhsan Harahap; serta Asisten Manager Keuangan dan Akuntansi PT Sandipala Arthaputra, Fajri Agus Setiawan, juga dikorek keterangannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka akan mintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan MN," ujar Febri.
 
Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el sejak Juli 2017. Markus diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain dalam pengadaan paket KTP-el tahun 2011-2013 yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5,9 triliun.
 
Markus yang saat itu masih duduk di Komisi II diduga berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek KTP-el di DPR. Berdasarkan fakta persidangan, Markus bersama sejumlah pihak lain meminta uang kepada pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman sebanyak Rp5 miliar pada 2012.
 
Baca: Yasonna Laoly Dikulik Hubungannya dengan Markus Nari
 
Namun, Markus baru menerima Rp4 miliar. Uang ini diduga untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek KTP-el tahun 2013 sebesar Rp1,49 triliun
 
KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP-el. Mereka adalah Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung.
 
Saat ini, hanya Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah dan kena pidana penjara.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif