Konferensi pers terkait operasi tangkap tangan penyalahgunaan izin tinggal di lingkungan kantor imigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Konferensi pers terkait operasi tangkap tangan penyalahgunaan izin tinggal di lingkungan kantor imigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Kronologi OTT Kasus Suap Izin Tinggal Turis

Nasional OTT KPK
Fachri Audhia Hafiez • 29 Mei 2019 03:01
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka terkait penyalahgunaan izin tinggal di lingkungan kantor imigrasi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019. KPK menduga ada kesepakatan fee antara ketiganya yang mencapai Rp1,2 miliar.
 
Adapun ketiga tersangka itu diantaranya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie (KUR); Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Yusriansyah Fazrin (YRI) dan Direktur PT Wisata Bahagia juga pengelola Wyndham Sundacer Lombok, Liliana Hidayat (LIL).
 
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membeberkan kronologis tangkap tangan. Awalnya KPK mengamankan tujuh orang dalam operasi senyap tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Kurniadie, Yusriansyah dan Liliana, empat orang yang terjaring diantaranya, Staf Liliana, Wahyu (WYU); General Manager Wyndham Sundacer Lombok, Joko Haryono (JHA); serta dua penyidik PNS, Bagus Wicaksono (BWI) dan Ayub Abdul Muqsith (AYB).
 
"Tim KPK awalnya mendapatkan informasi telah terjadi penyerahan uang dari Liliana, Direktur PT WB ke Yusriansyah, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Mataram di Kantor Imigrasi Klas I Mataram," kata Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Mei 2019.
 
Diduga penyerahan uang tersebut berhubungan dengan perkara yang sedang ditangani oleh Penyidik PPNS Imigrasi di Kanim Mataram tentang penyalahgunaan izin tinggal di Lingkungan Kantor Imigrasi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019.
 
Usai mengonfirmasi adanya dugaan penyerahan uang tersebut, lanjut Alex, tim mengamankan Yusriansyah dan Ayub di sebuah hotel di Mataram pada Senin, 27 Mei 2019 pukul 21.45. Kemudian KPK menemukan uang sebesar Rp85 juta dalam beberapa amplop di kamar Yusriansyah yang telah diberi nama.
 
"Secara paralel, tim mengamankan Liliana Wahyu, dan Joko Haryono di Wyndham Sundancer Lombok pada pukul 22.00. Selanjutnya, tim mengamankan Kurniadie di rumah dinasnya di Jalan Majapahit, Mataram pada pukul 02.00 dini hari, Selasa, 28 Mei 2019," jelas Alex.
 
Selanjutnya, enam orang tersebut dibawa ke Polda NTB guna pemeriksaan lebih lanjut. Pada saat itu juga, KPK memanggil beberapa pihak yang diduga menerima uang terkait pokok perkara.
 
"Hingga Bagus Wicaksono dan 13 orang yang datang mengembalikan uang dengan total Rp81,5 juta," ucap Alex.
 
KPK menetapkan tersangka kepada Kurniadie dan Yusriansyah sebagai pihak penerima suap. Sementara Liliana sebagai pihak pemberi suap.
 
Yusriansyah dan Kurniadie dikenakan pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP.
 
Sementara Liliana Hidayat dijerat pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif