Ilustrasi penembakan. medcom.id
Ilustrasi penembakan. medcom.id

Arah Tembakan Anggota Polri Saat Keributan di Maluku Diusut

Nasional polri penembakan polisi Penembakan Warga di Maluku
Siti Yona Hukmana • 09 Desember 2021 00:53
Jakarta: Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku mengusut arah tembakan polisi saat keributan dengan warga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Selasa, 7 Desember 2021. Hal itu untuk memastikan tembakan tidak langsung mengarah ke warga setempat.
 
"Sekarang ini tim Propam di lapangan melakukan penyelidikan, tentunya kita berharap dari hasil penyelidikan itu nanti kita bisa mengetahui fakta-fakta bahwa tembakan ini mengarah langsung ke atas atau ke tanah," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Mohamad Roem Ohoirat saat dikonfirmasi, Rabu, 8 Desember 2021.
 
Roem mengatakan berdasarkan pengakuan anggota, tembakan tidak mengarah ke warga. Polisi tidak serta-merta memercayai pengakuan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini yang perlu untuk tim Propam (pastikan) setelah hasil penyelidikan baru dijelaskan," ungkap Roem.
 
Propam memeriksa sejumlah saksi, baik warga maupun anggota polisi. Namun, Roem belum dapat memastikan jumlah warga dan anggota yang diperiksa.
 
Baca: Pascapenembakan Belasan Warga, Aktivitas di Maluku Terganggu
 
Menurut dia, sinyal di Kabupaten Maluku Tengah tidak stabil. Akibatnya, laporan belum sampai ke Polda Maluku yang terletak di kota.
 
"Sampai sekarang kami belum dapat informasi ya, yang jelas kemarin pas kejadian Pak Wakapolda (Brigjen Jan Leonard de Fretes) memerintahkan anggota untuk langsung berangkat ke tempat kejadian perkara (TKP)," ungkap Roem.
 
Penembakan terhadap belasan warga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, terjadi pada Selasa dini hari, 7 Desember 2021. Belasan warga kena tembak peluru karet dan gas air mata saat upaya penjemputan paksa terduga pelaku perusakan tanaman dan pembakaran Kantor Desa Sepa.
 
Kericuhan terjadi lantaran anggota polisi dihadang dan tidak diperkenankan membawa terduga pelaku. Selain warga, tujuh anggota polisi terluka akibat pelemparan batu.
 
Propam Polda Maluku tengah melakukan penyelidikan di TKP. Hal ini guna memastikan proses penjemputan paksa terduga pelaku sesuai standar operasional prosedur (SOP).
 
Anggota yang melanggar aturan dipastikan akan ditindak tegas. Polri tidak akan membela anggotanya yang bersalah. Total, 33 anggota Polda Maluku dipecat dengan tidak hormat akibat melakukan pelanggaran sepanjang 2021.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif