96 Saksi Diperiksa Selama Persidangan Andi Narogong

Damar Iradat 07 Desember 2017 17:38 WIB
korupsi e-ktp
96 Saksi Diperiksa Selama Persidangan Andi Narogong
Andi Narogong/MI/Susanto
Jakarta: Proses persidangan perkara korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong memasuki babak akhir. Nyaris 100 saksi diperiksa dalam persidangan.

"Selama persidangan telah diperiksa sebanyak 96 saksi," kata jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Sunaryanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.

Jaksa sedianya berencana memeriksa 150 saksi. Namun, dalam prosesnya, hanya 96 saksi yang dihadirkan dalam sidang.


Ke-96 saksi yang dihadirkan jaksa merupakan pihak-pihak yang diduga berperan maupun mengetahui soal pembahasan proyek KTP elektronik yang menghabiskan anggaran hingga Rp5,9 triliun. Selain itu, beberapa saksi merupakan ahli yang dinilai memiliki kapasitas dalam menilai proyek KTP elektronik.

Saksi-saksi yang pernah diperiksa dalam persidangan Andi Narogong antara lain; dua bekas pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto yang juga terdakwa dalam kasus ini, Inayah yang merupakan istri dari Andi Narogong, Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. Tidak hanya itu, jaksa juga menghadirkan beberapa saksi lainnya seperti mantan Bendahara Umum dan Ketua Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dan Anas Urbaningrum.

Selain itu, Ketua DPR RI Setya Novanto yang juga merupakan tersangka dalam kasus ini ikut diperiksa di persidangan. Namun, dalam kesaksiannya pada 3 November 2017, Novanto kerap lupa saat dicecar jaksa.

Pada persidangan ini, jaksa tak hanya memeriksa para saksi. Rekaman pembicaraan proyek KTP elektronik yang dimiliki Direktur Biomorf Lone LLC, almarhum Johannes Marliem juga ikut diputar.

Dalam kesempatan yang sama, jaksa juga berterima kasih kepada Andi atas perubahan sikapnya. "Terdakwa akhirnya mau mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi di pengadilan, terlepas dari terdakwa yang merasa dianggap tong sampah," ujar jaksa.

Jaksa mengatakan, perubahan sikap Andi sangat membantu pengungkapan skandal korupsi KTP elektronik. Apalagi, selama persidangan banyak saksi yang tidak mau mengungkap fakta dalam perkara ini.

Sejak sidang dibuka pada Agustus hingga Desember, kini jaksa tinggal membacakan surat tuntutan terhadap Andi Narogong. Surat tuntutan yang sudah disusun juga cukup tebal.

"Kami sampaikan bahwa tuntutan ini kami susuh terdiri dari 3.197 halaman, sehingga kita mohon yang mulia tidak dibacakan semua," tandasnya.



(OJE)